Wali Kota Banjarmasin Tinjau Titian “Maut” Murung Selong

  • 03 Apr 2026 15:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kondisi memprihatinkan jalan titian di kawasan Murung Selong, Banjarmasin Timur, akhirnya mendapat perhatian oleh Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Yamin turun langsung meninjau lokasi yang disebut warga sebagai “titian maut” akibat kerusakan parah, Jumat, 3 April 2026.

Peninjauan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang menilai infrastruktur tersebut sudah sangat membahayakan. Titian kayu yang menjadi akses utama masyarakat kini dipenuhi lubang dan hanya bertahan dengan tambal sulam seadanya.

Lebih mengkhawatirkan, warga mengaku korban terus berjatuhan, terutama anak-anak yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Yamin pun memastikan, perbaikan titian Murung Selong akan tetap berjalan dan telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026.

“Tapi sebelum perbaikan permanen direalisasikan, penting juga langkah cepat untuk mengurangi risiko kecelakaan. Paling tidak perbaikan kecil di bagian yang rusak agar tidak membahayakan warga, Jangan sampai lagi ada korban akibat jalan titian ini,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada perbaikan, Yamin juga mengungkapkan visi besar untuk kawasan Murung Selong. Ia menyebut wilayah tersebut berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata bantaran sungai, apalagi dengan rencana pembangunan jembatan penghubung Pramuka–Sungai Gampang.

“Pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada konektivitas. Tetapi juga membuka peluang ekonomi, sosial, hingga memperkuat wilayah,” ucapnya.

Namun sebelum itu, perhatian juga tertuju pada jembatan gantung penghubung Sungai Lulut menuju Murung Selong yang kondisinya juga memprihatinkan. Pemerintah Kota Banjarmasin bahkan berencana berkolaborasi dengan TNI untuk merehabilitasi jembatan tersebut.

Lebih jauh, Yamin menekankan bahwa pengembangan wisata harus diiringi dengan penataan kawasan secara menyeluruh. Termasuk rumah-rumah warga di bantaran sungai serta pembangunan siring untuk mempercantik area.

“Kita ingin jembatan itu bisa lebih lebar agar bisa dilintasi mobil. Selain itu kalau jadi tempat wisata tentu perlu ditata lagi ke depan untuk kawasan itu,” ucapnya.

Diketahui, perbaikan jalan titian di kawasan tersebut sebelumnya baru rampung sekitar 900 meter pada tahun 2022, dan masih tersisa sekitar 500 meter yang belum tersentuh. Awalnya, lanjutan perbaikan direncanakan oleh Disperkim Provinsi Kalimantan Selatan pada 2024 kemudian berpindah ke Disperkim Kota Banjarmasin.

Selanjutnya, penanganan diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin karena tidak termasuk dalam kategori kawasan kumuh. Saat dikonfirmasi, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Banjarmasin, Hendra Maulana menyebut, bahwa sampai sekarang pelimpahan itu belum dilakukan.

“Untuk titian murung selong dulu perencanaan dan konstruksi fisiknya di Disperkim karena masuk kawasan kumuh. Sekarang karena tidak masuk kumuh lagi mau diserahkan ke PUPR, tapi sampai sekarang kami belum diserahkan lagi perencanaannya dan kami belum bisa menganggarkan untuk kelanjutan konstruksi fisiknya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....