Warga Keluhkan Aroma Tak Sedap dan Air Lindi Dari TPS Dharma Praja

  • 01 Apr 2026 21:05 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kondisi tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Dharma Praja, Kecamatan Banjarmasin Timur, mulai dikeluhkan warga sekitar. Meski volume sampah tidak selalu membludak setiap harinya, namun kondisi TPS yang tidak pernah benar-benar bersih kerap membuat sampah hingga air lindi meluber ke badan jalan.

Salah seorang warga, Maskur, menyebut pemandangan sampah di lokasi tersebut cukup mengganggu kenyamanan, terutama bagi pengguna jalan yang melintas. Menurutnya, masalah utama yang dirasakan warga adalah aroma tidak sedap yang menyengat, apalagi saat aliran air lindi yang mengalir ke jalanan, khususnya saat turun hujan.

"Sebenarnya kondisinya masih tergolong wajar, tidak selalu menumpuk banyak setiap hari. Tapi, kadang-kadang sedikit berantakan sampai meluber ke jalan dan air sampahnya itu baunya menyengat sekali," ujarnya pada Selasa, 31 Maret 2026.

Maskur menambahkan, beban TPS yang tak jauh dari rumah dinas Wali Kota Banjarmasin ini juga bertambah karena banyak warga dari luar kawasan Dharma Praja yang ikut membuang sampah di lokasi tersebut. Kondisi ini membuat area depan SLBN 2 Banjarmasin tersebut terkesan kumuh dan dikhawatirkan turut berdampak buruk pada lingkungan di sekitarnya.

Di sisi lain, tidak tuntasnya pengangkutan sampah secara keseluruhan di lokasi tersebut dipicu oleh adanya pembatasan kuota di tempat pembuangan akhir. Salah seorang sopir pengangkut sampah, Muhammad Nur, menjelaskan saat ini armada pengangkut tidak bisa lagi membawa seluruh volume sampah sekaligus meski operasional di lapangan sudah berjalan sesuai aturan.

"Sekarang ada pembatasan di TPA Banjarbakula menjadi cuma 200 ton per hari. Jadi terpaksa ada sisa sampah yang tertinggal setiap harinya," ucapnya.

Sisa sampah yang tidak terangkut akibat kuota penuh itu perlahan terus terkumpul dan membuat area TPS sulit terlihat benar-benar bersih meski petugas sudah rutin melakukan pengangkutan. Hal ini menyebabkan sisa kotoran seringkali tercecer di sekitar bak kontainer dan menimbulkan bau yang melekat di lokasi.

Dengan kondisi tersebut, warga berharap akan ada penanganan lebih lanjut agar persoalan sampah ini tidak berlarut-larut. Mengingat keberadaan TPS tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga kenyamanan lingkungan pendidikan yang berada tepat di hadapannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....