Stok Menipis, Harga Benih Padi di Sungai Gampa Tembus Rp125 Ribu
- 30 Mar 2026 14:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Para petani di kawasan Sungai Gampa Banjarmasin Utara mengeluhkan lonjakan harga benih padi yang terjadi menjelang musim tanam tahun ini. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh minimnya stok benih akibat fenomena gagal panen di sejumlah daerah.
Kenaikan harga ini dirasakan sangat memberatkan karena modal awal yang harus disiapkan petani membengkak drastis. Sebagai informasi, satu blek benih padi setara dengan 20 liter yang merupakan ukuran standar kebutuhan tanam bagi petani lokal.
Petani setempat, Misdah, menyebut harga satu blek benih padi kini mencapai kisaran Rp125 ribu per blek di pasaran. Padahal pada musim tanam sebelumnya, para petani masih bisa mendapatkan benih dengan harga Rp90 ribu per blek.
"Kenaikannya mulai terasa sejak momen Lebaran kemarin. Kabarnya harga naik karena banyak terjadi gagal panen di beberapa daerah penghasil," kata Misdah pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya cadangan benih yang dimiliki petani secara mandiri akibat dampak banjir awal tahun lalu. Banyak petani yang terpaksa menjual simpanan benih mereka karena khawatir rusak akibat rendaman air yang terlalu lama saat disimpan di rumah.
Akibatnya, saat memasuki musim tanam, para petani tidak memiliki pilihan lain selain membeli benih baru dengan harga tinggi. Kelangkaan stok di pasaran membuat para petani merogoh kocek lebih dalam untuk membeli benih.
"Banyak petani yang menjual benihnya setelah panen kemarin karena kondisi banjir yang terjadi di awal tahun. Akhirnya sekarang stok benih di tingkat petani jadi kosong dan harganya naik drastis," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Inas yang juga berprofesi sebagai petani mengaku tetap membeli benih meski harga melonjak. Ia tetap memilih untuk menggarap lahan sawah demi menjaga produktivitas.
"Biasanya harga benih tidak pernah semahal ini, kalau stoknya banyak mungkin harganya hanya sekitar Rp80 ribu saja. Tapi kami tetap bertani, selama memang masih ada modal yang tersedia," ujarnya.
Inas menilai bertani tetap menjadi pilihan utama meski biaya produksi terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Ia berharap ketersediaan stok benih kembali normal agar harganya bisa ditekan lebih murah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....