Inflasi Enam Persen Mengintai! Banjarmasin Selatan Terakhir Pasar Murah Ramadan
- 16 Mar 2026 13:09 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menutup rangkaian kegiatan Pasar Murah Ramadan dengan menggelar kegiatan terakhir di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Senin, 16 Maret 2026. Program yang didukung Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) ini digelar mencapai 35 titik sebagai langkah konkret menekan gejolak harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman. Hadir pula Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, Camat Banjarmasin Selatan Endah Widiastuti, para camat dan lurah se-Kecamatan Banjarmasin Selatan serta sejumlah pihak terkait.
Dalam sambutannya, Ikhsan Budiman menegaskan pasar murah bukan sekadar agenda seremonial atau kegiatan sosial semata. Melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
| Baca juga: Kalsel Hari ini Secara Umum Cerah Berawan |
“Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok biasanya meningkat cukup signifikan. Kondisi ini sering memicu gejolak harga di pasar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin, tingkat inflasi year-on-year pada Februari 2026 mencapai 6 persen. Angka tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah pengendalian harga di lapangan.
“Karena itu pemerintah kota hadir melalui kegiatan pasar murah BCSR. Hal ini sebagai upaya nyata mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat,” ucapnya.
Ikhsan juga mengapresiasi peran aktif dunia usaha yang ikut berkontribusi dalam program tersebut. Menurutnya, peningkatan partisipasi perusahaan menunjukkan bahwa menjaga stabilitas ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Ini menunjukkan bahwa upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja. Tetapi membutuhkan dukungan dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengungkapkan adanya lonjakan signifikan partisipasi perusahaan dalam program pasar murah Ramadan tahun ini. Pada 2025 kegiatan tersebut melibatkan 23 perusahaan dengan total 13.648 paket bantuan, melonjak menjadi 45 perusahaan dengan total 18.316 paket di 2026.
“Ini kemungkinan menjadi pasar murah terakhir di bulan Ramadan. Target awal sebenarnya hanya 30 titik, namun karena jumlah donatur terus bertambah, pelaksanaannya bisa diperluas hingga mencapai 35 titik, dengan yang terakhir digelar di Banjarmasin Selatan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....