Viral Video Bantuan WC Tak Bisa Dipakai Warga, Disperkim Banjarmasin Buka Suara:

  • 13 Mar 2026 10:44 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Viralnya video yang memperlihatkan sebuah WC bantuan pemerintah sulit digunakan warga Sungai Miai, Banjarmasin Utara. WC dan tangki septik individual tersebut dibangun terpisah dengan bangunan utama rumah dan terhimpit oleh bangunan di sekitarnya serta belum ada jalan titian untuk akses menggunakan WC.

Video itu pun memicu reaksi cepat dari Pemerintah Kota Banjarmasin dengan pengecekan ke lapangan oleh tim Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, pihaknya sudah mendatangi lokasi setelah video tersebut ramai dibicarakan masyarakat.

“Jadi perlu kami sampaikan, posisi WC tersebut memang sesuai keinginan penghuni rumah. Awalnya mereka berencana membangun titian sendiri menuju WC tersebut,” ujar Chandra, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurutnya, WC itu memang dibangun agak berjauhan dari rumah warga karena permintaan pemilik rumah saat proses pembangunan berlangsung. Namun setelah persoalan tersebut menjadi perhatian publik dan pemerintah kota, Disperkim memutuskan turun tangan membantu akses menuju fasilitas tersebut.

“Awalnya permintaan itu datang pemilik rumah sendiri saat proses pembangunan berlangsung. Tapi melihat seperti ini kami sudah berkoordinasi dengan kontraktornya dan hari ini juga langsung ditindaklanjuti dengan pembangunan titian menuju WC tersebut,” ujarnya.

Chandra menambahkan, pembangunan WC tersebut merupakan bagian dari program sanitasi Open Defecation Free (ODF) yang dijalankan pada tahun 2025. Dalam program tersebut, Disperkim membangun sekitar 80 unit WC yang tersebar di berbagai wilayah di Banjarmasin, di antaranya di kawasan Kelurahan Sungai Jingah, Kelurahan Sungai Andai, Kelurahan Basir, hingga Kelurahan Mantuil.

Proyek pembangunan puluhan WC tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,2 miliar, belum termasuk pengadaan unit pengolahan limbah. Program ini sendiri bertujuan mendorong masyarakat agar tidak lagi buang air besar sembarangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.

“Semua WC yang dibangun sudah berfungsi dan sudah diserahterimakan kepada masyarakat. Harapannya tentu masyarakat bisa hidup lebih sehat dengan fasilitas sanitasi yang lebih baik,” ucap Chandra, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....