Sampah Menumpuk di Kelurahan Pangeran, DLH Minta Petugas Lebih Disiplin
- 11 Mar 2026 22:51 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin menyayangkan adanya kendala lapangan pada program Surung Sintak yang memicu penumpukan sampah di halaman Kantor Kelurahan Pangeran. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh warga sekitar karena menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan aktivitas pelayanan.
Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menyebut, penumpukan sampah di area kantor pelayanan publik seharusnya tidak terjadi. Instruksi tegas pun telah diberikan kepada para petugas pengangkut agar lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya.
"Kami sudah sampaikan ke pihak kelurahan untuk segera mengevaluasi paman gerobak pengangkut sampah yang membuang di luar waktu kesepakatan," ujarnya Selasa, 10 Maret 2026.
Selain masalah kedisiplinan, Alive mengakui bahwa Pemerintah Kota memang masih menghadapi tantangan besar dalam menyediakan infrastruktur pendukung. Kesulitan dalam mencari lahan baru untuk titik pembuangan sampah menjadi salah satu faktor utama yang membuat proses pembersihan di tingkat kelurahan kerap terhambat.
"Memang kita kesulitan untuk mendapatkan lahan untuk pembuangan sampah, karena sebagian besar sudah jadi milik masyarakat," katanya menambahkan.
Oleh karena itu, Alive menegaskan Program Surung Sintak menjadi inovasi jemput bola untuk menjawab keterbatasan lahan tersebut. Pola pengangkutan ini dirancang agar sampah langsung diambil dari titik lingkungan warga dan diharapkan dapat menekan munculnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.
Kendala koordinasi yang terjadi di Kelurahan Pangeran tersebut berdampak langsung pada kenyamanan warga sekitar. Salah seorang warga, Mala, mengatakan bau yang menyengat dan pemandangan tumpukan sampah membuatnya khawatir akan risiko kesehatan bagi keluarganya.
"Sampah yang menumpuk itu berantakan dan bau, bahkan baunya sampai masuk ke rumah kami," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....