Integrasi Angkutan Sungai dan Darat, Wujudkan Transportasi Baru Banjarmasin
- 07 Mar 2026 06:08 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Komitmen memperkuat identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai terus diwujudkan melalui pembenahan sektor transportasi dan pelayanan publik berbasis sungai. Salah satu langkah nyata adalah pembangunan Shelter Air Kota Lama yang dirangkai dengan soft launching layanan Buy The Service (BTS) Trans Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR meresmikan fasilitas layanan transfortasi tersebut di Dermaga Pasar Baru, Jumat sore, 6 Maret 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menghadirkan sistem transportasi yang lebih tertata, modern, dan mudah diakses masyarakat.
Bagi Wali Kota Yamin, penguatan transportasi sungai bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga tentang menjaga identitas kota yang sejak lama tumbuh bersama sungai. Melalui pembangunan shelter air dan pengembangan layanan transportasi publik, pemerintah kota ingin memastikan masyarakat memiliki pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi.
Selain meresmikan Shelter Air Kota Lama, pada kesempatan tersebut juga dilakukan soft launching layanan BTS Trans Banjarmasin. Hal itu sebagai bagian dari penguatan transportasi massal di kota ini.
Dengan memanfaatkan karakter kota sungai, pihaknya menilai integrasi transportasi darat dan sungai dapat membuka peluang baru bagi efisiensi perjalanan. Selain itu juga sekaligus mendukung sektor ekonomi dan pariwisata kota.
"Kawasan pasar sekitar Dermaga dan Shelter Air harus dilakukan penataan,” kata Yamin usai peresmian. “Harus ada koordinasi antara pemerintah atau SKPD terkait, pengelola pasar, dan para pedagang agar kawasan tersebut bisa terlihat lebih rapi, bersih, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan," ujarnya lagi.
Menurutnya, pembangunan Shelter Air bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga langkah memperkuat konektivitas serta mendukung kawasan wisata dan ekonomi di sekitar sungai. Ia menekankan fasilitas yang telah dibangun harus dijaga bersama agar tetap berfungsi optimal.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan wisata dan ekonomi di sekitar sungai,” ujarnya. “Kita berharap masyarakat ikut merawat serta memanfaatkan sarana tersebut sebagai bagian dari identitas kota sungai yang terus berkembang,” ucapnya berharap.
Shelter Air di Kota Lama yang berdekatan dengan Dermaga Pasar Baru menambah deretan fasilitas halte sungai di Banjarmasin. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, pembangunan Shelter Air bertujuan memberikan sarana maupun fasilitas untuk masyarakat pengguna jasa angkutan air.
“Shelter Air ini tujuannya memberikan sarana maupun fasilitas untuk masyarakat pengguna jasa angkutan air,” ujarnya. "Khusus di Kota Lama, sebenarnya kami lebih supporting untuk wisatawan yang nongkrong sembari mau menggunakan angkutan air bisa naik di Shelter Kota Lama," ucapnya, menambahkan.
Pembangunan Shelter Air di Kota Lama menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar, dalam kurun waktu enam bulan pengerjaan. Intensitas pengguna jasa angkutan air di Banjarmasin, termasuk di Dermaga Pasar Baru bahkan Pasar Lama saat ini dikatakan Slamet tidak jauh dengan kondisi yang sebelumnya.
“Angkutan air dari Banjarmasin bisa sampai Kuala Kapuas hingga Palangkaraya, namun ritme atau frekuensinya masih rendah,” katanya. "Walau begitu, bisa coba dilihat Dermaga Pasar Baru yang dulu kelihatan seram, sekarang tampak semarak dan menjadi lebih hidup," ucap Slamet.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....