Jembatan Puluhan Miliar Rampung, tapi Masih ‘Menganggur’? Warga Mempertanyakan

  • 04 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Rampung dibangun sejak Desember 2025, namun hingga awal Maret 2026 Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai (Cusa) tak kunjung difungsikan. Proyek senilai Rp36 miliar itu kini justru menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat yang sudah lama menanti manfaatnya.

Jembatan sepanjang 260 meter dengan lebar 3,5 meter tersebut digadang-gadang menjadi solusi kemacetan sekaligus akses alternatif penghubung kawasan Cemara Ujung dan Sungai Andai di Banjarmasin. Namun kenyataannya, infrastruktur megah itu masih “diam” tanpa aktivitas kendaraan.

Suratno, warga setempat, menilai waktu yang terlewat sejak rampungnya proyek seharusnya sudah cukup untuk membuka akses bagi masyarakat. Menurutnya, jika memang masih ada pekerjaan yang belum tuntas, seharusnya bisa segera dilanjutkan agar tak menimbulkan spekulasi di tengah warga.

“Sudah berbulan-bulan selesai, tapi belum juga bisa dilewati. Kami ini cuma ingin tahu, kapan sebenarnya jembatan ini difungsikan?” ujarnya.

“Harapannya bisa segeranya diresmikan pemerintah karena masyarakat sangat menunggu jembatan ini bisa selesai,” ucapnya lagi.

Keluhan serupa disampaikan Fendi, pemilik warung tak jauh dari lokasi jembatan, yang menyebut saban hari ada saja warga yang datang hanya untuk melihat kondisi jembatan. Fendi mengungkapkan, jembatan yang dikerjakan dalam dua tahap itu bahkan sempat diuji coba, namun setelah itu tak ada kepastian lanjutan.

“Banyak yang mampir, cuma mau lihat sudah bisa dipakai atau belum. Mereka penasaran karena sudah rampung tapi belum juga berfungsi,” katanya.

“Mungkin kendalanya jalan di sisi sana dan sini belum benar-benar selesai. Gorong-gorong di satu sisi baru selesai, yang satunya belum. Jadi belum bisa difungsikan,” ucapnya, menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan meski struktur utama jembatan telah rampung dan diuji coba, masih diperlukan penguatan oprit, khususnya di sisi Sungai Andai. Menurut Suri, ujung jembatan yang berada di belokan sungai dengan arus tumbukan air dinilai rentan menyebabkan penurunan konstruksi jika tidak diperkuat.

“Jadi ada perkuatan terlebih dulu. Berdasarkan analisis tim ahli dari ULM, desain penguatan oprit sisi Sungai Andai harus disesuaikan, yang otomatis berdampak pada tambahan anggaran,” ujarnya.

“Kalau tidak diperkuat, tentu akan berpengaruh pada jembatan dan nantinya tidak akan berfungsi optimal,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....