Keluarga Kunci Pengarusutamaan Gender sejak Dini

  • 02 Mar 2026 18:11 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Keluarga menjadi fondasi utama dalam menanamkan nilai kesetaraan gender sebelum anak mengenal media sosial. Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari, Inna Muthmainnah, Ph.D., dalam dialog Pengarusutamaan Gender, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa literasi gender tidak cukup hanya dibahas di ruang publik. Nilai-nilai keadilan perlu diajarkan sejak dini melalui pembagian peran sederhana di lingkungan keluarga.

Menurutnya, anak laki-laki dan perempuan harus dibiasakan berbagi tanggung jawab tanpa label yang membatasi. Pendidikan yang adil akan membentuk generasi yang tidak mudah terjebak dalam stereotip.

“Jika sejak kecil anak diajarkan bahwa pekerjaan rumah hanya tugas perempuan, pola pikir itu akan terbawa hingga dewasa,” ujar Inna Muthmainnah. “Kesetaraan harus dilatih dalam praktik sehari-hari, bukan sekadar dalam teori.”

Baca juga: https://berita.rri.co.id/banjarmasin/regional/2229338/literasi-digital-cegah-tekanan-standar-gender

Ia juga menyoroti peran sekolah dalam menggunakan bahasa dan contoh yang tidak bias gender. Guru diminta lebih cermat memilih ilustrasi yang mencerminkan keadilan peran.

“Buku pelajaran dan contoh di kelas harus mencerminkan realitas yang setara,” ucapnya. “Jangan sampai tanpa disadari kita justru memperkuat stereotip lama.”

Ia menegaskan bahwa pengarusutamaan gender bukan agenda elitis, melainkan kebutuhan sosial. Kesetaraan dipandang sebagai upaya memberi ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensinya.

“Standar yang sehat adalah yang memberi kesempatan bagi laki-laki dan perempuan untuk tumbuh sesuai potensinya,” ujar Inna Muthmainnah. “Yang membedakan manusia pada akhirnya adalah kualitas dan integritasnya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....