Literasi Digital Cegah Tekanan Standar Gender
- 02 Mar 2026 14:58 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Media sosial kini menjadi ruang paling kuat membentuk standar laki-laki dan perempuan di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Inna Muthmainnah, PhD saat dialog Pengarusutamaan Gender RRI PRO1 Banjarmasin Senin 2 Maret 2026 siang.
Menurutnya, gambaran tentang laki-laki ideal dan perempuan ideal tidak lagi semata lahir dari keluarga dan budaya lokal. Algoritma dan konten viral ikut menentukan cara pandang masyarakat terhadap peran dan identitas gender.
“Sekarang standar itu banyak dibentuk oleh apa yang sering kita lihat di beranda media sosial,” ujar Inna Muthmainnah. “Kalau tidak kritis, kita bisa menganggap konstruksi itu sebagai sesuatu yang alamiah dan mutlak."
Ia menilai media sosial bekerja seperti pabrik standar yang terus memproduksi definisi baru tentang maskulinitas dan feminitas. Influencer dan figur publik digital sering dijadikan rujukan tanpa proses refleksi yang cukup.
“Anak muda hari ini mudah terjebak pada body image dan tuntutan tampil sempurna,” ucapnya. “Padahal setiap orang punya potensi dan keunikan yang tidak bisa diseragamkan."
Inna Muthmainnah juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai benteng menghadapi arus konten yang seragam. Pendidikan di rumah dan sekolah dinilai berperan besar dalam membangun cara pandang yang lebih adil.
“Media sosial tidak selalu salah, tetapi kita yang harus bijak menggunakannya,” katanya. “Kesadaran kritis itu yang harus ditanamkan sejak dini agar standar tidak berubah menjadi tekanan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....