Kapolda Kalsel Pimpin Diskusi Cegah Kekerasan Seksual

  • 27 Feb 2026 17:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Polda Kalimantan Selatan menggelar diskusi panel bertema “Kejahatan Seksual: Kenali, Cegah & Laporkan Kekerasan Seksual” di Auditorium Polda Kalsel, Jumat 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen.pol Dr.Rosyanto Yudha Hermawan dan dihadiri jajaran pejabat utama serta berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Diskusi panel menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Azizah Fitriyah, Siti Mauliana Hairini, serta Amalia Afifi. Para pembicara memaparkan perspektif psikologis, sosial, dan penegakan hukum dalam upaya penanganan kekerasan seksual.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa kekerasan seksual bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. “Kekerasan seksual adalah kejahatan terhadap nilai kemanusiaan yang meninggalkan luka fisik, psikis, sosial hingga ekonomi bagi korban,” katanya.

Kapolda juga menyoroti dinamika perkembangan teknologi yang membuka ruang interaksi tanpa batas. Ia mengingatkan bahwa media sosial dan internet kerap menjadi medium baru terjadinya pelecehan, eksploitasi, hingga penyebaran konten tanpa persetujuan korban.

Berdasarkan data tahun 2025 di Kalimantan Selatan, tercatat 153 kasus kekerasan seksual dan pornografi dengan 354 korban serta 390 pelaku. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak, dengan bentuk kekerasan yang dominan meliputi kekerasan psikis, seksual, dan fisik.

Dari sisi regulasi, pemerintah telah menguatkan perlindungan melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta pembaruan dalam KUHP Nasional. Polri pun mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif guna menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pencegahan kekerasan seksual. “Pencegahan tidak bisa dilakukan Polri sendiri, tetapi harus melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan keluarga agar tercipta lingkungan yang aman dan berpihak pada korban,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....