DPR RI Tekan BUMD Dongkrak PAD Banjarmasin
- 21 Feb 2026 13:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Isu kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali memanas. Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI Masa Persidangan III Tahun 2025–2026 di Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Jumat, 20 Februari 2026, tata kelola dan kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan tajam.
Kunjungan kerja yang dipimpin jajaran Komisi II DPR RI itu dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR, kepala daerah se-Kalimantan Selatan, serta perwakilan Pemerintah Provinsi. Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalsel.
Dalam forum tersebut, penegasan disampaikan bahwa BUMD harus mampu menjadi mesin penggerak PAD, bukan justru membebani keuangan daerah. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, sembari memaparkan berbagai persoalan strategis yang tengah dihadapi Kota Seribu Sungai.
“Kami menyambut baik kunjungan kerja ini,” katanya.
“Evaluasi terhadap BUMD sangat penting agar kontribusinya terhadap PAD benar-benar optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat," ujarnya.
Tak hanya menyinggung BUMD, Yamin juga blak-blakan memaparkan tantangan berat yang dihadapi Banjarmasin, mulai dari pengelolaan sampah, infrastruktur perkotaan, hingga penutupan TPA Basirih. Ia berharap Komisi II DPR RI tidak hanya melakukan evaluasi administratif, tetapi juga mendorong kebijakan konkret yang dapat memperkuat kapasitas daerah.
“Kami sudah melakukan langkah efisiensi, termasuk rasionalisasi belanja daerah. Namun untuk pengelolaan sampah dan penguatan infrastruktur, kami tetap membutuhkan dukungan pemerintah pusat,” ujarnya.
“Kami berharap Komisi II DPR RI dapat melakukan evaluasi dan memberikan dukungan untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan infrastruktur kota Banjarmasin," katanya.
Yamin menekankan, karakteristik Banjarmasin sebagai kota sungai menuntut pendekatan berbeda dalam pembangunan. Penanganan infrastruktur dan lingkungan, katanya, tidak bisa disamakan dengan kota daratan pada umumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....