Pansus II Tunda Finalisasi Raperda Perdagangan

  • 20 Feb 2026 14:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menunda finalisasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perdagangan. Penundaan dilakukan karena muncul sejumlah usulan penting, terutama terkait pengaturan tera dan metrologi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Dinas Pedagangan dan Biro Hukum Provinsi Kalsel, di ruang Komisi II DPRD Kalsel, Rabu 18 Februari 2026.

Ketua Pansus II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, mengatakan keputusan ini diambil agar aturan yang dibuat benar-benar matang. Menurutnya, persoalan tera dan metrologi bukan hanya soal teknis perdagangan, tetapi berkaitan langsung dengan hak konsumen atas ukuran dan takaran yang adil dalam setiap transaksi.

“Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, kita ingin regulasi yang lahir benar-benar matang, terukur, dan aplikatif di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan pembahasan perlu diperdalam agar tidak ada aturan yang merugikan masyarakat, politisi Fraksi Golkar dengan sapaan akrab Paman Yani itu menyebut tera dan metrologi memang menjadi isu strategis dalam Raperda tersebut. Ia menambahkan ketepatan ukuran dan takaran adalah dasar keadilan ekonomi dan perlindungan konsumen.

“Takaran beras di pasar tradisional, timbangan di pasar modern, hingga ukuran bahan bakar minyak di SPBU, seluruhnya masuk dalam lingkup pengaturan,” kata Paman Yani, sapaan akrabnya. “Penguatan pengawasan tera dan metrologi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah serta menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan transparan.”

Ia juga menjelaskan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan dalam penyusunan aturan ini. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan sistem pengawasan bisa berjalan efektif.

Selaras dengan hal itu, Wakil Ketua Pansus II, Umar Sadik menambahkan, Raperda ini diharapkan akan menjadi payung hukum yang efektif untuk masyarakat. “Berkaca dari kejadian yang pernah viral menyangkut pengaturan tera dan metrologi, kita tidak ingin hal itu terjadi lagi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....