Polemik Tongkang Resto Apung, Koperasi Ulur-Ulur Pemindahan?

  • 17 Feb 2026 20:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin- Polemik tongkang restoran apung yang selama ini “parkir” di depan Balai Kota, kawasan Jalan RE Martadinata, masih bergulir. Meski sudah ada kesepakatan untuk angkat jangkar demi penataan wajah kota, proses pemindahan dinilai berjalan lamban dan penuh alasan.

Tongkang yang dikelola gabungan koperasi itu memang dikenal sebagai salah satu spot kuliner unik di tepian sungai. Namun, Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil sikap tegas: kawasan tersebut harus steril demi estetika dan ketertiban tata kota.

Ketua Koperasi Restoran Apung, M. Heriyanto, mengakui pihaknya telah menyetujui rencana pemindahan. Hanya saja, ia berharap ada kebijakan yang lebih “bijak” dari pemerintah kota.

“Insya Allah, mudah-mudahan disetujui Pak Wali Kota habis Lebaran,” katanya. “Kami berharap bisa berjualan dulu saat buka puasa untuk mengumpulkan dana pindah”.

Di satu sisi menyatakan setuju pindah, namun di sisi lain meminta tambahan waktu. Apakah ini bentuk kompromi atau justru strategi mengulur waktu? Heriyanto berdalih, pemindahan tongkang bukan perkara sederhana.

Rencananya, tongkang akan difasilitasi ke lokasi baru di seberang sungai, kawasan RK Ilir, yang disebut-sebut berada dekat taman kota. Namun hingga kini, titik pasti disebut belum benar-benar final.

“Kendala kami bukan cuma lokasi, tapi pendanaan,” ujarnya. “Kami harus menyewa empat unit takbut karena di atas tongkang masih ada bangunan rumah. Kalau tidak dipersiapkan matang, bisa terbalik”.

Biaya sewa takbut disebut tidak murah, yang menjadikan letak persoalan krusial dan pihak koperasi mengaku belum memiliki dana cukup untuk proses tersebut. Surat permohonan resmi bahkan telah dilayangkan ke Sekretaris Daerah, agar pihaknya segera bertemu langsung dengan Sekda atau Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR.

“Kami belum dapat kepastian titik pindah dan biaya sewa takbut cukup besar. Kami sangat berharap ada support dari Pak Wali,” katanya berharap. “Mudahan Rabu kami bisa ketemu Sekda atau Pak Wali. Kami minta tolong, kalau bisa waktu pindahnya setelah Lebaran”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....