Kasih Sayang Kunci Meraih Rahmat Allah

  • 17 Feb 2026 12:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Manusia tidak akan mampu bersikap lemah lembut jika hatinya dipenuhi kebencian, sebab kelembutan lahir dari cinta serta rahmat dan kasih sayang Allah Swt. Hal ini disampaikan Ustaz Zulfakar Ali, Lc, dalam acara Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah saw. bersabda, siapa yang tidak menyayangi sesama, maka ia tidak akan mendapatkan rahmat dari Allah Swt. Hal tersebut menegaskan bahwa kasih sayang kepada manusia menjadi kunci meraih cinta dan rida Allah Swt.

Menurutnya, minimnya rasa cinta saat ini terlihat dari maraknya perundungan di kalangan remaja terhadap teman sekolahnya. Bahkan, tindakan kekerasan dan penganiayaan juga terjadi dalam rumah tangga akibat hilangnya kasih sayang di hati.

Ustaz Zulfakar menyampaikan, Allah Swt mengutus Nabi Muhammad saw untuk membawa ajaran yang penuh cinta. Dalam QS Al-Anbiya ayat 107 disebutkan, “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”

Ia menekankan, Nabi Muhammad saw mengajarkan amalan sederhana yang mampu menghilangkan benih kebencian, prasangka buruk, dan pikiran negatif, serta menumbuhkan kasih sayang. Amalan tersebut adalah menyapa dengan mengucapkan salam, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Menebarkan salam yang bermakna damai hendaknya dilakukan kepada siapa pun, baik yang dikenal maupun tidak. Salam menjadi pesan keselamatan dan kedamaian tanpa memandang latar belakang seseorang.

Ustaz Zulfakar menambahkan, Rasulullah saw mengaitkan kesempurnaan iman dengan bahasa cinta. Jika di dalam hati seorang muslim masih terdapat dendam, kebencian, sakit hati, atau pikiran negatif terhadap saudaranya, maka hal itu menjadi tanda imannya belum sempurna.

“Contohnya, ketika seseorang melihat orang yang dicintainya mendapat nikmat, ia pasti ikut merasa senang,” ujarnya. “Namun saat melihat orang yang dibencinya memperoleh nikmat, justru muncul amarah dan rasa tidak suka.”

Ia mengingatkan, Allah Swt menghendaki hamba-Nya untuk senantiasa berbuat baik, tidak hanya kepada mereka yang berbuat baik kepadanya. Bahkan terhadap orang yang menyakiti sekalipun, seorang muslim hendaknya tetap memandang dengan penuh kasih dan sayang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....