Wali Kota Turun Langsung, Sungai Guring Dikeruk Tembus Pekapuran
- 13 Feb 2026 18:35 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tancap gas melakukan pengerukan besar-besaran sungai di 2026. Salah satu titik paling krusial yang kini dibidik adalah Sungai Guring hingga tembus ke kawasan Sungai Pekapuran, wilayah padat penduduk yang kerap jadi langganan genangan.
Langkah ini tak sekadar seremoni, karena Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, turun langsung ke lokasi memantau proses pengerukan, Jumat pagi, 13 Februari 2026. Ia didampingi Kepala Dinas PUPR, Camat Banjarmasin Tengah, serta Lurah Sungai Baru untuk memastikan pekerjaan berjalan maksimal.
Pengerukan dimulai dari hulu Sungai Guring dan diarahkan hingga menembus kawasan sekitar Pekapuran, termasuk Pekapuran Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Kawasan ini dikenal padat penduduk dan rawan terdampak jika sedimentasi sungai tak segera ditangani.
Dua unit alat berat diterjunkan untuk mengangkat sedimen dan sampah yang selama ini mempersempit aliran air. Material hasil kerukan langsung diangkut menggunakan kendaraan pikap ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.
Yamin menegaskan, pengerukan ini bukan langkah tambal sulam, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pengendalian banjir di Kota Seribu Sungai. Ia juga menekankan bahwa pengendalian banjir tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur baru.
“Kita ingin memastikan aliran sungai tetap lancar, sehingga saat curah hujan tinggi,” katanya. “Air bisa cepat surut dan tidak menimbulkan genangan berkepanjangan”.
Menurutnya, pemeliharaan rutin sungai justru menjadi kunci agar kapasitas tampung air tetap optimal. Dinas PUPR memastikan pengerukan tak berhenti di Sungai Guring, karena sepanjang 2026 sejumlah titik dengan tingkat sedimentasi tinggi akan menjadi prioritas
“Kalau sungainya dangkal dan penuh sampah, seberapa besar pun drainase dibangun tetap akan percuma,” ucapnya. “Ini soal konsistensi perawatan”.
Pemerintah kota juga kembali mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai. Upaya ini menjadi ujian serius bagi komitmen Pemko, karena persoalan banjir di Banjarmasin bukan sekadar soal hujan deras, tetapi juga tentang disiplin menjaga sungai sebagai urat nadi kota.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....