Harga Beras Banjar di Pasaran Naik jelang Ramadan
- 13 Feb 2026 12:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sejumlah bahan pokok penting (Bapokting) di Banjarmasin mengalami kenaikan harga. Salah satunya beras Banjar mengalami kenaikan harga sekitar 5 hingga 10 persen dari harga normal karena masa panen yang sudah lewat sehingga stok mulai menipis.
Kondisi itu terungkap saat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banjarmasin melakukan monitoring langsung terhadap harga dan ketersediaan Bapokting di Pasar Antasari dan Pasar Beras Muara Kelayan, Jumat pagi, 13 Februari 2026. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengklaim, kenaikan harga beras banjar tidak mempengaruhi secara signifikan atau masih aman.
“Memang ada sedikit kenaikan harga untuk beras banjar sekitar 5-10 persen,” kata Tezar. “Insyaallah terkait stoknya aman, tadi sudah kita tanyakan kepada para pedagang”.
Monitoring tersebut dipimpin oleh Wakil Wali Kota, Ananda, mewakili Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Monitoring dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok tetap terkendali di tengah potensi peningkatan permintaan masyarakat jelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.
“Alhamdulillah, saya mewakili Pak Wali Kota Banjarmasin bersama tim pengendali inflasi daerah,” ucapnya. “Tadi kami mengecek ke Pasar Sentra Antasari dan Pasar Beras Muara Kelayan. Alhamdulillah seberataan terkendali”.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu melakukan aksi borong atau panic buying karena stok bahan pokok dipastikan mencukupi selama Ramadan. Selain itu, Ananda juga mengingatkan warga agar lebih bijak dalam mengonsumsi makanan, karena sampah makanan masih menjadi penyumbang terbesar volume sampah di Kota Banjarmasin.
“Paling penting adalah masyarakat jangan sampai panic buying. Mentang-mentang bulan puasa lalu menyetok berlebihan, insyaallah stok kita aman. Selama tidak ada panic buying, inflasi daerah Kota Banjarmasin juga aman,” ujarnya. “Kami berharap ada kebijaksanaan dalam konsumsi makanan. Kalau kita bijak, sampah aman, stok juga aman”.
Di sisi lain, Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menambahkan pasar murah akan terus digalakkan sebagai bagian dari langkah konkret pengendalian inflasi. Jumlah paket yang disiapkan sementara sudah mencapai sekitar 16.000 paket dan melampaui realisasi tahun 2025, yang diharapkan dapat membantu pengendalian inflasi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Di bulan Ramadan ini, yang pertama kemarin kita melaksanakan di Kejaksaan Negeri,” ucapnya. “ Dan insyaallah tanggal 18 ada pembukaan pasar murah dengan menggandeng Forum Banjarmasin CSR”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....