Dispersip Banjarmasin Libatkan Difabel dalam Pelayanan Publik

  • 11 Feb 2026 19:44 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarmasin terus berkomitmen memberikan dukungan bagi kelompok berkebutuhan khusus. Salah satu langkah yang dilakukan dengan membuka ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas untuk turut terlibat dalam pembangunan.

Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Muhammad Ikhsan Alhaq, mengatakan terdapat petugas untuk melayani penyandang disabilitas di perpustakaan kota. Selain menyediakan juru bahasa isyarat, Dispersip juga mengajak seorang penyandang disabilitas tuna rungu sebagai bagian bagi pelayanan publik.

“Saat ini kami punya 2 petugas untuk difabel rungu, satunya memang orang difabelnya sendiri yang satunya juru bahasa isyarat, orang yang memiliki kualifikasi dari pendidikan luar biasa, jadi kalau ada pengunjung difabel rungu yang akan mengakses perpustakaan kita sudah bisa melayani katanya,” katanya.

Ikhsan menegaskan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjadi satu-satunya dinas di lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah memberikan ruang kerja bagi penyandang disabilitas dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan.

Ikhsan menjelaskan saat ini, keberadaan petugas yang ada hanya untuk memfasilitasi penyandang disabilitas tuna rungu. Selain itu, pihaknya masih terus berupaya untuk memberikan layanan yang mencangkup disabilitas secara umum.

“Untuk difabel lainnya terutama netra ini belum punya, jadi kalau ada relawan yang ingin bergabung dipersilahkan, karena itu sangat apresiasi,” ucapnya.

Ikhsan juga menyampaikan pihak perpustakaan sudah menerima batuan koleksi buku bagi penyandang disabilitas tuna netra. Menurutnya, hal ini terus menjadi perhatian dinas dalam memanfaatkan batuan tersebut.

“Kita baru dapat bantuan dari kementerian sosial buku buku terbaru untuk difabel netra ini, jadi itu yang sementara bisa kami lakukan. Mudah mudahan kedepannya kita bisa lebih melengkapi lagi untuk teman-teman berkebutuhan khusus ini,” ucapnya.

Sementara itu, Juru bahasa isyarat Perpustakaan Kota Banjarmasin, Puteri Rahmatika, menyampaikan pihaknya turut memberikan pendampingan kepada pengunjung penyandang disabilitas. Selain itu, pihaknya juga memberikan pelajaran literasi bahasa isyarat kepada pengujung umum.

“Biasanya anak-anak yang kunjungan literasi atau kunjungan ke perpustakaan kami selingi dengan belajar bahasa isyarat,“ katanya.

Puteri mengatakan selain melakukan literasi bahasa isyarat di perpustakaan, pihak perpustakaan juga mengisi kegiatan pelatihan di sekolah. Menurutnya, pelatihan ini untuk memberikan pembelajaran bagi guru-guru sekolah dalam berbahasa isyarat.

“Jadi untuk literasi itu lebih ke dasarnya aja dulu, kami mengenalkan awal untuk kita membangun komunikasi dengan teman tuli terus bahasa isyarat itu apa aja, sama kosa kata dasar, abjad, kata tanya, dan juga sapaan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....