Jejak Permukiman Kuno Fondasi Peradaban Banua

  • 11 Feb 2026 18:58 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Jejak permukiman kuno di Kalimantan Selatan menjadi fondasi awal peradaban Banua. Hal tersebut mengemuka dalam acara Panderan Baisukan di RRI Banjarmasin, Sabtu, 7 Februari 2026, yang menghadirkan Erwin dan Syaukani dari Komunitas Palalah sebagai narasumber.

Erwin menyampaikan bahwa sungai pada masa lampau berfungsi sebagai jalur transportasi utama, pusat ekonomi, sekaligus ruang sosial masyarakat. Pola permukiman linear di sepanjang aliran sungai menjadi ciri khas adaptasi masyarakat terhadap kondisi geografis rawa dan pasang surut.

“Banyak orang melihat sungai hanya sebagai bentang alam. Padahal, di situlah awal peradaban Banua tumbuh,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan Candi Laras di Margasari dan Candi Agung di Amuntai menjadi bukti bahwa Kalimantan Selatan pernah menjadi bagian dari jaringan perdagangan serta pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara. Hal tersebut menunjukkan bahwa wilayah Banua bukan daerah terisolasi, melainkan terhubung dengan dinamika peradaban yang lebih luas.

Sementara itu, Syaukani menyoroti minimnya literasi sejarah lokal di kalangan generasi muda serta kurangnya dokumentasi terhadap sejumlah situs yang tersebar di berbagai wilayah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan situs-situs tersebut.

“Kalau tidak didokumentasikan dan dilindungi sejak sekarang, kita bisa kehilangan jejak sejarah tanpa sadar,” katanya.

Permukiman kuno bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Banjar saat ini. Rumah panggung, budaya sungai, hingga pasar terapung merupakan kelanjutan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....