BNNK Banjarmasin Implementasikan Kurikulum Anti Narkotika
- 11 Feb 2026 08:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin memperkuat langkah pencegahan narkotika di lingkungan pendidikan melalui program Aksi Nasional Anti Narkotika Mulai dari Anak (Ananda Bersinar). Program nasional ini menargetkan penguatan karakter siswa guna memutus rantai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Kepala BNNK Banjarmasin, Wuryantono, mengatakan implementasi dari program ini adalah kegiatan Jumat Bersinar dan Jumat Taqwa. Sepanjang 2025 hingg saat ini, pihaknya telah mendatangi 32 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kota Banjarmasin.
"Program ini adalah terobosan kreatif yang sasarannya anak-anak sekolah usia dini hingga menengah pertama," ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain sosialisasi lapangan, BNNK Banjarmasin juga telah menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Banjarmasin. Kerja sama ini untuk mewujudkan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN).
Wuryantono menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas program IKAN tersebut. Hal ini untuk memastikan materi pencegahan dapat tersampaikan dengan baik dalam proses belajar mengajar.
Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Banjarmasin, Farida Apriana, menjelaskan bahwa pendekatan kepada siswa juga dilakukan melalui metode teman sebaya. Tiap sekolah diarahkan untuk membentuk agen informasi anti narkoba.
"Untuk tingkat SMP, masing-masing sekolah memilih dua hingga tiga siswa yang dilatih untuk mensosialisasikan bahaya narkoba kepada rekan-rekan mereka di sekolah," katanya.
Farida menekankan keterlibatan aktif siswa merupakan hal penting agar pesan pencegahan lebih mudah diterima oleh kalangan pelajar. Ia memastikan berbagai program ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penambahan intensitas kegiatan.
Melalui upaya masif di lingkungan pendidikan ini, diharapkan dapat membentengi generasi muda dari ancaman narkotika. Hal ini menyusul tingginya angka prevalensi nasional penyalahguna narkotika pada kelompok usia produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....