Launching CoE 2026 Banjarmasin, Ratusan Event Siap Digelar
- 08 Feb 2026 13:53 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin- Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2026 di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu, 7 Februari 2026. Peluncuran ini menandai keseriusan Pemko Banjarmasin menjadikan sektor wisata sebagai instrumen penggerak ekonomi rakyat.
Sebanyak 500 event disiapkan sepanjang 2026, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin. Peluncuran CoE 2026 dikemas dengan pertunjukan seni khas Banjar, mulai dari Tari Poyang, Tari Waesakambang, hingga seni tutur Madihin yang sukses menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara di kawasan wisata Sanur.
Kehadiran Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Ketua TP-PKK Kalsel Fathul Jannah menunjukkan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap penguatan pariwisata daerah yang berpihak pada ekonomi masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan bahwa CoE 2026 dirancang dengan orientasi manfaat langsung bagi warga. Ia menekankan bahwa kekayaan budaya, wisata sungai, dan tradisi lokal menjadi fondasi utama dalam membangun daya tarik kota di tingkat nasional hingga internasional.
“Ini bukan hanya promosi. Lima ratus agenda yang kami susun adalah upaya nyata untuk mendorong perputaran ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan memperkuat jati diri Kota Banjarmasin di usia ke-500,” ujar Yamin. “CoE 2026 juga dirancang dengan orientasi manfaat langsung bagi warga”.
Menurut Yamin, CoE 2026 mencakup festival wisata sungai, pasar terapung, kegiatan seni-budaya, serta promosi kuliner khas Banjar seperti soto Banjar, mie bancir, nasi kuning, dan aneka olahan ikan lokal. Seluruh agenda tersebut dirancang agar berdampak langsung terhadap pelaku UMKM, perajin, seniman, sektor perhotelan, hingga transportasi.
“Pariwisata harus memberi manfaat ekonomi yang merata. Pemerintah hadir memastikan setiap kegiatan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya. “CoE 2026 mencakup festival wisata sungai, pasar terapung, kegiatan seni-budaya, serta promosi kuliner khas Banjar”.
Pemilihan Bali sebagai lokasi peluncuran dinilai sebagai strategi promosi aktif untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Pemko Banjarmasin terlihat berinteraksi langsung dengan wisatawan asing dan membagikan materi promosi, sebagai bentuk perubahan pola promosi dari menunggu menjadi mendatangi.
“Tapi seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 tetap dilaksanakan sepenuhnya di Kota Banjarmasin,” ucapnya. “Peluncuran ini hanya untuk promosi. Perayaan hari jadi tetap kita laksanakan bersama masyarakat di Banjarmasin”.
Langkah ini mendapat apresiasi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang menilai pendekatan tersebut sebagai contoh inovasi daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis ekonomi rakyat. Wakil Wali Kota Denpasar, Arya Wibawa, juga turut menilai kolaborasi antardaerah sebagai kunci pertumbuhan pariwisata nasional.
“Pariwisata harus sejalan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Daerah perlu berani melakukan terobosan agar tidak tertinggal,” ujarnya. “Pariwisata akan tumbuh melalui kerja sama, bukan persaingan. Sinergi Denpasar dan Banjarmasin menjadi contoh pengembangan yang inklusif”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....