Mengembalikan Fungsi Sungai Demi Masa Depan Kota Banjarmasin
- 05 Feb 2026 08:18 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bencana banjir di kota banjarmasin hampir tiap tahun terjadi dan terus berulang. Hal ini terjadi dampak sungai yang ada di kota banjarmasin kini sudah mengalami banyak perubahan yang disebabkan oleh tangan manusia.
Hal itu disampakan Pengamat tata kota, Hamdi saat diwawancarai melalui Telepon. Ia mengatakan bahwa sebenarnya keberadaan sungai di banjarmasin merupakan aset besar yang dimiliki.
“Jadi saya kira kita ini menyadari ya banjarmasin ini kan memang daerah rawa ya, kemudian posisi kita ini kan dibawah permukaan laut, kondisinya itu flat datar gitu ya, tapi sebenarnya ada beberapa hal yang sebenarnya itu menguntungkan kita banjarmasin ini,” katanya.
Hamdi menjelaskan dari data Dinas terkait tercatat ratusan sungai berada di kota banjarmasin. Hal ini menjadi bukti bahwa julukan kota seribu sungai menang layak.
“Kita ini kan memiliki banyak sekali sungai ya jadi paling tidak kita saluran air yang cukup banyak, nah data pupr juga mengatakan sungai kita ada data hampir 500 katanya sungai yang kita miliki,” ucapnya.
Hamdi menyebut, keberadaan sungai tersebut bisa memberikan manfaat yang bagi penduduk jika digunakan sebagai mana mestinya. Namun sebaliknya, ketika sungai yang ada di salah gunakan, akan menjadi bencana.
“Tentu ini suatu aset yang luar biasa kalau bisa terkelola dengan baik. Tapi yang terjadi selama ini dimulai dari tahun 2021, dimana sebelum-sebelumnya banjarmasin tidak pernah mengalami banjir nah tahun 2021 mengalami banjir itu tentu kita kaget,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Dedi Supriyadi menjelaskan keberadaan sungai sudah menjadi identitas kota. Ia berharap, sungai dapat dikembalikan sebagaimana fungsinya untuk mengatasi banjir.
“Inginnya kembalikan fungsi sungai dengan adanya kapal-kapal atau perahu kecil yang bisa masuk ke perkampungan,” katanya.
Dedi mengajak masyarakat untuk bisa menjaga dan mengelola sungai secara mandiri. Hal ini merupakan salah satu cara untuk meminimalisir dampak ketika terjadi banjir.
“Banjarmasin itu dikasih kaya dengan air harus kita manfaatkan kekayaan itu, sebaik mungkin dengan cara dikelola diarahkan jadi ini kita kendalikan air-air itu, dengan keadaan topografi sekarang pasti bisa dengan masyarakat yang mandiri untuk peduli dengan lingkungan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....