Perguruan Kuntau Tanah Laut Lestarikan Bela Diri Banjar
- 04 Feb 2026 13:22 WIB
- Banjarmasin
RRI.Co.Id, Tanah Laut — Upaya pelestarian seni bela diri tradisional masyarakat Banjar masih dilakukan oleh Perguruan Kuntau di Kabupaten Tanah Laut. Abdullah, salah satu pelestari seni bela diri Kuntau, menyampaikan bahwa di Jl. Datu Insad Rt.002 Rw.002 Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut ada dua Perguruan Kuntau yakni Perguruan Kuntau Harimau Muda dan Perguruan Kuntau Kilat Senja.
"Rutin latihan seminggu dua kali tiap malam Rabu dan malam Minggu, tapi untuk malam Minggu ini libur dulu sebab sudah dekat Ramadan. Setelah Hari Raya baru normal lagi latihannya," ujar Abdullah kepada RRI, Selasa, 3 Januari 2026.
Menurutnya, sejak tahun 2015 perguruan Kuntau tersebut sudah ada dan Kai Masna merupakan salah satu guru seni bela diri tradisional dikawasan setempat. Selain tampil dalam acara adat seperti pernikahan, mereka juga ikut kegiatan Festival Silat Budaya tingkat kabupaten dan provinsi.
Abdullah mengungkapkan jika awal terbentuknya Perguruan seni bela diri Kuntau di Desa Sambangan karena setiap ada acara pengantinan atau pernikahan maka acaranya pasti 'bakuntauan'. Namun menjadi keprihatinan tersendiri sebab yang main justru bukan pemuda setempat. Dari situlah akhirnya termotivasi untuk melakukan latihan hingga hadir perguruan kuntau Harimau Muda yang pertama sampai saat ini.
Sebagai salah satu upaya menjaga eksistensi Kuntau di tengah arus modernisasi, Abdullah mengungkapkan perlu adanya pembinaan secara berkelanjutan. Kuntau bukan sekadar ilmu pukul saja, tapi juga seni yang mengajarkan adab, sikap sabar serta pengendalian diri.
"Bangga rasanya melihat anak-anak masih antusias belajar dan ikut gabung di perguruan Kuntau ini. Semoga Kuntau tetap hidup dan terus diwariskan secara turun temurun, agar tidak hilang digerus jaman,"ujar Abdullah
Ia juga menekankan selain menjaga kesehatan fisik, seni bela diri Kuntau merupakan sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas budaya masyarakat Banua. Sudah seharusnya para generasi muda bangga dengan budaya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....