Perempuan dan Tantangan Komunikasi Islami di Era Digital
- 03 Feb 2026 10:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Perempuan saat ini menghadapi tantangan serius dalam menjaga etika komunikasi seiring masifnya ruang digital dan perubahan sosial. Hal itu disampaikan dalam program Pengarusutamaan Gender di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 2 Januari 2026.
Mengangkat tema “Perempuan Zaman Sekarang dan Tantangan Berkomunikasi Secara Islami”, akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Armiah, S.IP., M.Si., mengatakan komunikasi perempuan kini tidak lagi terbatas pada ruang domestik. Komunikasi tersebut telah bergeser ke ruang publik yang terbuka, cepat, dan minim kontrol, terutama melalui media sosial.
Menurutnya, kondisi ini menuntut perempuan memiliki kesadaran etis yang kuat agar komunikasi tidak sekadar reaktif, emosional, atau berorientasi pada pencitraan. Komunikasi tetap harus berlandaskan nilai dan tanggung jawab moral.
Armiah menjelaskan, komunikasi Islami menekankan adab, kejujuran, amanah, serta tujuan kemaslahatan. Prinsip ini menjadi penyeimbang penting di tengah budaya digital yang kerap mendorong ekspresi berlebihan dan konflik verbal.
Ia menambahkan, tantangan komunikasi perempuan bersumber dari dua arah, yakni internal, berupa pengelolaan emosi dan pemahaman nilai Islam, serta eksternal, berupa tekanan budaya populer dan standar media sosial. Kedua hal ini harus dihadapi agar komunikasi tetap beretika.
Dalam praktiknya, perempuan kerap berada dalam dilema antara tuntutan untuk tegas dan keharusan menjaga kelembutan. Namun, Armiah menegaskan bahwa ketegasan tidak identik dengan kekerasan verbal, melainkan kejelasan pesan yang disampaikan secara beradab.
Armiah mendorong perempuan menjadikan komunikasi sebagai instrumen penguatan karakter dan relasi sosial. Amalan ini juga menjadi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang beretika di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....