MBG Banjarmasin Masih Jauh dari Target Sasaran 3B
- 30 Jan 2026 13:47 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi senjata utama menekan angka stunting di Kota Banjarmasin ternyata masih berjalan jauh dari harapan. Dari total sasaran Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B) sebanyak 42.363 jiwa atau sekitar 5,7 persen dari jumlah penduduk, baru 2.411 jiwa yang tersentuh intervensi program tersebut.
Data sasaran 3B itu bersumber dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin yang diminta langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program. Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Helfian Noor, menjelaskan pihaknya hanya berperan dalam penyediaan data awal, yang kemudian diverifikasi oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebelum diserahkan kembali ke SPPG untuk penentuan lokasi sasaran.
| Baca juga: Program MBG Kembali Dijalankan |
“Jadi kami hanya menyerahkan data yang ada, selanjutnya program ini sepenuhnya menjadi kewenangan SPPG yang menjalankan,” kata Helfian Noor. “Verifikasi dilakukan oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana sebelum diserahkan kembali ke SPPG untuk penentuan lokasi sasaran”.
Saat ini, salah satu wilayah yang sudah menjalankan program MBG dengan sasaran 3B adalah kawasan Banua Anyar, yang mana paket makanan bergizi dibagikan secara rutin setiap hari kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang masuk kategori sasaran. Respons masyarakat pun disebut cukup positif. Program ini dinilai tepat menyasar kelompok yang paling rentan terhadap risiko stunting.
“Alhamdulillah program ini disambut baik karena memang sasarannya adalah mereka yang rentan risiko stunting,” ucapnya. “Paket makanan bergizi dibagikan secara rutin setiap hari kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang masuk kategori”.
Meski demikian, Helfian tidak menutup mata bahwa angka stunting di Kota Banjarmasin hingga kini masih belum menunjukkan penurunan signifikan. Ia menilai diperlukan kerja bersama lintas sektor agar berbagai program yang ada benar-benar berdampak.
“Dengan saling bahu-membahu menangani persoalan risiko stunting melalui berbagai program, kami optimis angka stunting bisa turun” ujarnya. “Mudahan-mudahan bisa turun meski kita tahu angka stunting di Kota Banjarmasin masih stuck”.
Diketahui, program Makanan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah pusat yang kini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok 3B. Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan keluarga, memperbaiki status gizi, serta menekan angka stunting secara nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....