Tren Fotografi Pernikahan Kini Lebih Menonjolkan Sisi Emosional

  • 26 Jan 2026 08:34 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Industri fotografi pernikahan di Kota Banjarmasin kini mengalami pergeseran tren yang cukup signifikan. Jika dahulu dokumentasi pernikahan cenderung kaku dan formal, kini para calon pengantin lebih menyukai hasil foto yang lebih bercerita dan terlihat natural.

Berdasarkan hasil wawancara dengan fotografer wedding lokal, Ozan Faujan, terungkap bahwa saat ini permintaan klien lebih didominasi oleh gaya candid dan storytelling. Pasangan pengantin di Banjarmasin kini mulai meninggalkan konsep foto yang terlalu banyak diarahkan secara kaku oleh fotografer di atas pelaminan.

Ozan mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menangkap emosi yang jujur tanpa mengganggu kekhusyukan acara. "Sekarang pasangan lebih ingin melihat tawa spontan atau haru saat prosesi adat, sehingga fotografer harus selalu sigap mencari momen tersebut," ujar Ozan saat diwawancarai.

Dilansir dari standar Professional Photographers of America (PPA), tren fotografi dunia memang mulai beralih ke arah photojournalism. Hal ini sejalan dengan pengalaman Ozan di lapangan, di mana dokumentasi yang bersifat spontan justru memiliki nilai seni dan kenangan yang lebih tinggi bagi klien.

Selain aspek momen, Ozan juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi kamera terbaru dan teknik pencahayaan yang tepat. Di Banjarmasin yang memiliki karakter cahaya matahari cukup terik, seorang fotografer dituntut cerdas dalam mengatur teknis kamera agar warna kulit tetap terlihat natural dan detail baju pengantin tetap terjaga.

Lebih lanjut, Ozan menjelaskan bahwa proses pascaproduksi atau editing juga memegang peranan kunci dalam tren saat ini. Klien kini cenderung menyukai warna-warna yang bersih dan timeless agar foto pernikahan mereka tetap relevan dan indah dipandang meskipun sudah berlalu puluhan tahun lamanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Banjarmasin sudah semakin apresiatif terhadap nilai estetika dalam sebuah dokumentasi pernikahan. Foto tidak lagi dianggap sebagai sekadar syarat pelengkap acara, melainkan sebuah investasi memori yang sangat berharga bagi setiap pasangan yang memulai hidup baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....