Dari Gerobak Cendol, Agus Menyemai Asa di Banjarbaru

  • 25 Jan 2026 17:50 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Penjual cendol sering kali menjadi pemandangan yang akrab di sepanjang jalan, hampir di pelosok nusantara. Dengan gerobak sederhana pedagang cendol menawarkan kesegaran di tengah panasnya hari, sambil membawa cerita hidup yang sarat makna.

Dibalik setiap gelas cendol, ada perjuangan, harapan, dan keikhlasan mencari rezeki dengan cara jujur. Seperti kisah Agus, lelaki asal Jawa Barat penjual cendol di salah satu sudut jalan di Banjarbaru

Agus memulai usahanya dengan modal terbatas dan semangat pantang menyerah. “Awalnya saya berjualan mainan anak dan sempat berjualan pakaian. Namun, karena persaingan semakin ketat dan penjualan sepi, ya akhirnya memutuskan berjualan cendol,” kata Agus memulai ceritanya, Minggu 25 Januari 2026.

Bagi Agus, cendol bukan sekedar dagangan, melainkan sumber kehidupan utama. Dengan harga terjangkau, segelas cendol mampu menghapus dahaga sekaligus memberi kebahagiaan kecil bagi pembeli.

“Alhamdulillah, dari usaha cendol ini saya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan menyekolahkan anak-anak hingga tingkat sekolah menengah atas,” ujar Agus dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

Cendol hijau yang kenyal, santa gurih, dan gula merah manis berpadu menjadi harmoni rasa yang menggugah. Dibalik kesederhanaan itu, ada nilai keuletan dan kerja keras yang membuat Agus tetap bertahan meski diterpa persaingan minuman modern.

“Pada musim hujan kemarin, saya sempat tidak bisa berjualan. Sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap harus dipenuhi, termasuk uang saku untuk anak-anak yang masih sekolah,” katanya, lirih.

Perjalanan Agus dengan gerobak cendolnya tidak selalu mulus. Hujan, Panas sering menjadi tantangan, namun ketekunannya dalam menjaga rasa dan pelayanan menjadi kunci kepercayaan pelanggannya.

“Ada pelanggan yang dulu datang bersama orang tuanya, sekarang sudah berkeluarga dan membawa anak-anaknya membeli cendol di sini. Rasanya seperti ikut menyaksikan mereka tumbuh dari waktu ke waktu,” ucap Agus dengan nada haru.

KIsah Agus penjual Cendol mengajarkan arti kejujuran, kerja keras, dan kesabaran. Agus hanya meiliki gerobak sederhana, namun semangatnya jauh lebih besar.

Menikmati segelas cendol buatan Agus apalagi di bawah terik matahari, diperoleh kesegaran mengobati dahaga. Di saat itu pula sesungguhnya ada kerjakeras seorang yang berjuang untuk keluarganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....