Petai Tanah Laut Memasuki Masa Panen

  • 30 Nov 2025 14:32 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Tanah Laut: Petai atau parkia speciosa kembali memasuki masa panen di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Bahan pangan khas Nusantara ini dikenal memiliki aroma kuat namun tetap diminati karena cita rasanya yang khas.

Di masyarakat, petai kerap menjadi pelengkap berbagai masakan tradisional seperti sambal, tumisan, hingga lalapan. Panen yang mulai berlangsung tahun ini pun disambut para petani dan pedagang karena permintaan pasar terhadap petai relatif stabil.

Asih, salah seorang pedagang petai di kawasan Pelaihari, Tanah Laut menyebutkan meskipun aroma petai tidak selalu disukai semua orang, namun tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat karena sensasi cita rasanya.

Disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tanah Laut hampir semua ada pedagang yang menjual petai. Harganya bervariasi tapi kisarannya tidak jauh berbeda yakni Rp25.000 - Rp30.000 per ikat.

"Lumayan tua ini petainya, seikat isi 10 lonjor. Tapi kalau beli per lonjor juga bisa, harganya Rp.3000," ujar Asih kepada RRI, Minggu, 30/11/2025.

Ia menyebutkan bahwa petai populer dikalangan masyarakat. Bahkan petai yang dijual lekas habis dibeli oleh penggemar petai sesaat setelah ditawarkan secara online. Meski aromanya sering menjadi bahan candaan, kehadiran petai tetap menjadi pilihan untuk menambah nafsu makan, khususnya penggemar petai.

Mengutip dari https://distan.bulelengkab.go.id/ Petai sebagai sumber energi, jika dibandingkan dengan apel, ternyata petai memiliki 4 kali lebih banyak protein, dua kali lebih banyak karbohidrat, lima kali lebih banyak vitamin A dan zat besi, tiga kali lebih banyak fosfor, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

Petai juga bermanfaat menjaga saluran pencernaan dengan dietary fibers sebagai kandungan seratnya. Selain itu petai juga mampu menjaga suhu tubuh dan menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

Meskipun banyak manfaatnya, namun jika dikonsumsi secara berlebihan juga bisa merugikan. Konsumsi petai secara berlebihan akan berbahaya bagi ginjal karena mengandung asam amino. Memakan petai terlalu banyak juga berdampak pada air kencing yang beraroma tidak sedap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....