Harga Kelapa Parut Melonjak, Pedagang Menjerit

  • 23 Apr 2025 09:28 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Harga kelapa parut di Pasar Kalindo, Belitung Darat, Banjarmasin, mengalami lonjakan tajam pada pertengahan April 2025. Jika sebelumnya kelapa parut dijual seharga Rp20.000 per liter, kini harganya melonjak menjadi Rp32.000 hingga Rp38.000 per liter, tergantung kualitas dan pemasoknya.

Izay, salah satu pedagang kelapa parut di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini disebabkan oleh sulitnya mendapatkan pasokan kelapa segar. Menurutnya, banyak kebun kelapa di daerah sekitar yang beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit, sehingga stok kelapa mengalami penurunan drastis.

“Ada kemungkinan kelapa sulit dicari karena kebunnya banyak yang dialihkan ke sawit. Akibatnya, pasokan terbatas dan harga kelapa jadi mahal,” ujarnya.

Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun. Banyak konsumen kini lebih memilih menggunakan santan kelapa instan sebagai alternatif karena dinilai lebih ekonomis dan mudah diperoleh, meskipun dari segi rasa dinilai kurang sebanding dengan santan segar dari kelapa parut.

Dampak kenaikan harga kelapa ini turut dirasakan oleh pedagang olahan makanan, seperti Gugun, penjual kue pukis di Pasar Kalindo. Ia mengaku terpaksa menaikkan harga jual kue pukis dari semula Rp1.000 menjadi Rp1.500 per buah, dikarenakan santan kelapa menjadi bahan utama dalam pembuatan kue pukis.

“Pedagang kue pukis sekarang banyak yang mengeluh karena harga kelapa mahal, bahkan sulit didapat. Padahal, kelapa jadi bahan utama untuk membuat santan dalam adonan pukis,” jelasnya.

Gugun menambahkan, jika sebelumnya harga kelapa hanya berkisar antara Rp6.000 hingga Rp7.000 per butir, kini sudah menyentuh angka Rp18.000 hingga Rp20.000 butirnya. Meski demikian, menurutnya minat pembeli masih terjaga, walau sebagian mulai mengeluh dengan kenaikan harga produk olahan kelapa.

Para pedagang berharap harga kelapa bisa segera stabil kembali, agar minat konsumen tidak semakin turun. Mereka juga berharap ada solusi dari pihak terkait agar pasokan kelapa dapat kembali lancar, sehingga aktivitas ekonomi di pasar bisa kembali normal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....