Jejak Peninggalan Belanda yang Masih Terasa di Banjarmasin
- 08 Mar 2025 09:43 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin : Banjarmasin, kota kaya akan sejarah yang tak bisa lepas dari pengaruh panjang masa kolonial Belanda. Peninggalan sejarahnya bukan hanya sekadar bangunan tua, namun juga menjadi bagian penting dari identitas kota Banjarmasin hingga saat ini.
"Sejak kedatangan Belanda pada abad ke -16, tepatnya pada tahun 1607, hingga akhir masa kolonial pada tahun 1942, dan bahkan hingga masa pasca-kemerdekaan pada tahun 1946 -1949, jejak-jejak tersebut masih terlihat jelas di berbagai sudut Banjarmasin," kata Erwin menyampaikan saat acara Pandiran Baisukan di Pro 4 RRI Banjarmasin, Sabtu (8/3/2025).
Dikatakan, sebagai kota perdagangan strategis di Kalimantan, Banjarmasin menjadi pusat perhatian bagi pemerintah kolonial Belanda. Belanda berusaha menguasai wilayah tersebut melalui pembangunan infrastruktur yang kini masih bertahan.
"Di antara peninggalan Belanda yang paling mencolok adalah beberapa bangunan bersejarah yang tetap berdiri kokoh meskipun sebagian telah mengalami renovasi. Taman Kamboja, Benteng Tatas yang kini menjadi bagian dari Masjid Sabilal Muhtadin, serta Gereja Katedral menjadi saksi bisu perjalanan panjang kota ini. Tak ketinggalan, Sekolah STOVIA yang pernah menjadi pusat pendidikan juga menyimpan kenangan sejarah," ujar Arif menjelaskan.
"Selain bangunan, sistem kanal yang digunakan Belanda untuk menghubungkan berbagai titik perdagangan juga masih ada hingga kini. Infrastruktur yang dibangun pada masa kolonial ini bukan hanya memberikan dampak besar bagi perkembangan Banjarmasin, namun juga membentuk pola hidup dan budaya yang ada di kota ini," ujar Erwin, menambahkan.
Meski beberapa warisan kolonial mulai tergerus zaman, upaya pelestarian peninggalan tersebut sangat penting. Setiap bangunan, jalan, atau kanal yang ada menyimpan cerita panjang tentang Banjarmasin berkembang dari masa ke masa.
"Warisan Belanda bukan hanya kisah masa lalu, melainkan juga bagian dari kehidupan modern yang harus dijaga agar generasi mendatang bisa mempelajari sejarah dengan bijak," kata arif, menutup Pandiran Baisukan di Pro 4 RRI Banjarmasin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....