Panampaan Parang, Seni Tradisi Pandai Besi yang Lestari
- 01 Mar 2025 16:26 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin : Penampaan parang merupakan sebuah keterampilan turun-temurun dalam membuat senjata tajam dan menjadi bagian dari identitas urang Banjar. Sejak zaman leluhur hingga sekarang, panampaan parang bukan sekedar membuat senjata tajam biasa, melainkan profesi yang tepat eksis membuat parang berkualitas.
"Meskipun teknologi modern terus berkembang, namun keberadaan penampaan parang atau pandai besi masih tetap eksis," kata Erwin saat acara Pandiran Baisukan di Pro 4 RRI Banjarmasin, Sabtu (1/3/2025).
Panampaan parang adalah seni menempa besi untuk membuat parang atau alat tajam lainnya. Keahlian ini sudah dilakukan oleh masyarakat Banjar sejak berabad-abad lalu.
Pekerjaan pandai besi ini bukan sekedar membuat alat potong biasa. Pekerjaan ini melibatkan teknik dan pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Keterampilan menempa besi di Kalimantan Selatan sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar. Saat itu, keberadaan pandai besi sangat penting karena mereka membuat berbagai senjata seperti keris, tombak, dan parang untuk keperluan perang maupun kehidupan sehari-hari," ujar Syauqani, rekan Erwin disaat acara Pandiran Baisukan tersebut.
"Panampaan parang bukan sekedar pekerjaan menempa besi, tapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya urang Banjar. Meskipun tantangan modernisasi ada, keterampilan ini masih bisa bertahan jika terus dilestarikan dan dikembangkan dengan cara yang kreatif," ucap Arif, menambahkan.
Di Kalimantan Selatan sendiri ada satu wilayah yang terkenal memiliki banyak pandai besi yang handal, yaitu tepatnya di wilayah Nagara yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Persebaran pandai besi di wilayah ini banyak terdapat di Kecamatan Daha Utara, Daha Selatan, dan Daha Barat.
"Keahlian mengolah logam di daerah ini sudah diwariskan secara turun-temurun," kata Neza.
"Belum diketahui secara pasti sejak kapan orang-orang di Nagara mempunyai keterampilan mengolah logam atau pandai besi yang handal. Namun berdasarkan penuturan warga setempat, keahlian mengolah logam ini sudah ada sejak era kerajaan Nagara Daha yang berpusat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai penerus Kerajaan Nagara Dipa dari Amuntai," ujarnya menerangkan.
Diceritakan bahwa keahlian mengolah logam di Nagara berawal dari pendatang dari Jawa. Kemudian seiring berjalannya waktu, para pandai besi tersebut menikah dengan penduduk setempat.
"Dan ilmu pengolahan logam itu diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang. Banyak dari pandai besi yang tersebar di Kalimantan Selatan adalah keturunan dari pandai besi yang berasal dari Nagara," kata Erwin, mengakhiri siaran Pandiran Baisukan Pro 4 RRI Banjarmasin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....