Permainan Tradisional Ampar-Ampar Pisang, Warisan Budaya Banjar

  • 29 Jan 2025 22:51 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin : Permainan tradisional Ampar-Ampar Pisang adalah salah satu warisan budaya yang berasal dari masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebersamaan yang tinggi, sehingga tetap lestari hingga saat ini. Hal tersebut disampaikan Annisa Rahmawati dari Komunitas Panginangan Banjar saat mengisi acara Ragam Budaya di RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu (29/1/2025).

Aninisa Rahmawati mengatakan, Ampar-Ampar Pisang awalnya berkembang dari kebiasaan masyarakat Banjar yang mengolah pisang untuk dijadikan camilan tradisional. Lagu yang mengiringi permainan ini terinspirasi dari proses pengolahan pisang tersebut.

Sementara itu, Endang yang juga turut hadir menjelaskan lirik lagu Ampar-ampar pisang, pisangku belum masak menggambarkan kebiasaan sehari-hari yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat.

“Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak dalam kelompok kecil hingga besar aturannya sederhana, para pemain duduk melingkar sambil menyanyikan lagu Ampar-Ampar Pisang," ujarnya.

Faisal menceritakan aturan main permainan ini adalah, salah satu pemain berjalan mengelilingi lingkaran dan menunjuk pemain lain secara acak, pemain yang ditunjuk harus berdiri atau menjalankan tantangan tertentu.

"Permainan ini melibatkan banyak gerakan, sehingga sangat menyenangkan dan melatih kekompakan antar pemain,” ujar Faisal.

Permainan Ampar-Ampar Pisang memiliki nilai-nilai penting, seperti kebersamaan dan permainan ini mengajarkan anak-anak untuk bermain bersama dan saling menghormati, anak-anak juga dapat berimprovisasi dalam gerakan yang bisa melatih motorik anak-anak, sehingga mereka aktif bergerak.

Annisa menambahkan bahwa diera modern, permainan tradisional seperti Ampar-Ampar Pisang mulai tergeser. Permainan tradisional di Kalimantan Selatan dan sekolah-sekolah lokal harus mengadakan kegiatan untuk mengenalkan kembali permainan ini kepada generasi muda, yaitu dengan festival budaya dan lomba permainan tradisional juga menjadi sarana efektif untuk melestarikan permainan ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....