Waja Sampai Kaputing, Kearifan Lokal Masyarakat Banjar
- 18 Jan 2025 13:13 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Wasaka (waja sampai kaputing) adalah salah satu jenis kearifan lokal, sikap sosial kemasyarakatan yang nampak dari karakter yang dimiliki oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan Miftahul Aula Saadah, M.Psi.Psikolog Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Antasari Banjarmasin saat mengisi acara Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat (17/1/2025).
Menurutnya, karakter ini merupakan motto atau semboyan dari Provinsi Kalimantan Selatan. Motto/semboyan ini sesungguh nya adalah pesan dari Pangeran Antasari dalam perjuangan melawan penjajah.
"Waja sampai kaputing memiliki makna usaha hingga akhir. Motto ini juga memiliki makna lain, yaitu terbuat dari baja mulai dari pangkal hingga ke ujung. Ini berarti perjuangan tidak akan berhenti sampai tetes darah terakhir atau sampai perjuangan dapat dicapai," ujarnya.
Lebih lanjut Miftah menyampaikan, semangat pantang menyerah sangat diperlukan dalam pekerjaan atau aktifitas sehari-hari. Karena semangat merupakan bagian dari tameng kita untuk percaya diri menyakini bahwa kita dapat menyelesaikan dan berhasil dalam perkerjaan
"Masyarakat Banjar sendiri percaya apa bila pekerjaan dilakukan sepenuh hati maka hasil yang di capai tentunya akan maksimal dan membanggakan,"ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....