Kisah Dewa Sakka: Teladan bagi Umat Buddha di Era Modern

  • 24 Des 2024 09:30 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Dalam upaya memperkaya pemahaman umat Buddha akan nilai-nilai luhur, Upasaka Pandita Sutekman Fauzi, mengajak pemeluk agama Budha untuk merenungkan kembali tentang kisah dan ajaran dari Dewa SAKKA raja para dewa. Hal ini disampaikan saat mengisi acara Mimbar Agama Buddha di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin (16/12/2024)

Dikatakannya, Dewa Sakka yang dalam kosmologi Buddha dikenal sebagai penguasa alam Tāvatiṃsa, selama ini telah menjadi simbol kebaikan, kebijaksanaan.

Upasaka Pandita Sutekman Fauzi menyampaikan beberapa aspek penting dari kehidupan Dewa Sakka yang relevan dengan kehidupan umat Buddha saat ini.

-Bertemu dengan para ariya adalah baik, tinggal bersama mereka merupakan suatu kebahagiaan, orang akan selalu berbahagia bila tak menjumpai orang bodoh.

-Seseorang yang sering bergaul dengan orang bodoh pasti akan meratap lama sekali, Karena bergaul dengan orang bodoh adalah penderitaan seperti tinggal bersama musuh.

-Tetapi, siapa yang tinggal bersama orang bijaksana akan berbahagia, sama seperti sanak keluarga yang kumpul bersama, Karena itu, ikutilah orang yang pandai, bijaksana, terpelajar, tekun, patuh dan mulia.

-hendaklah engkau selalu dekat dengan orang yang bajik dan pandai seperti itu, bagaikan bulan mengikuti peredaran bintang (Dhammapada syair 206,207,208)

"Ketika membaca merenungkan kisah ini tumbuh perasaan terharu bahagia, seorang Raja Dewa, Sakha Dewa Raja begitu berbakti kepada Buddha, Beliau tahu kesempatan menanam kebajikan yang luhur. Beliau tahu membalas Budi kepada Buddha, karena Buddha yang Agung & Dharma yang Agung, Sakha Dewa Raja mencapai kesucian SOTAPANNA dan menjadi muda kembali," ucap Pandita Sutekman Fauzi.

Lebih lanjut Ia mengatakan, kalyanamitta tubuh kita bisa bertambah uzur, bertambah lemah seiring bertambahnya umur, tetapi "seseorang yang berbuat kebajikan & melatih diri di jalan Dharma, semakin berumur batinnya semakin kuat, semakin bertambah muda, melihat permasalahan dengan semakin jelas & bijaksana.

Kami melihat banyak Guru-Guru yang sudah sepuh, tubuh Guru-Guru ini tetap tidak bisa melawan hukum perubahan menjadi tua tapi mereka memiliki batin yang semakin kuat & bijaksana. Inilah teladan yang bisa kita contoh dari Arya Sangha, bahwa semakin berlatih, kita bisa memiliki batin yang kuat, batin yang sadar & bijaksana.

"Ayo kuatkan tekad kita semua, junjung tinggi Sila, hormati Sila, Yakin dengan kekuatan dana dan konsisten kontiniu melatih meditasi, rubah sifat-sifat buruk, tumbuh kembang kan yang baik, tekadkan diri ini menjadi manusia yang baik hati yang melaksanakan moralitas, saat ada yang lihat maupun saat sendiri bermanfaat untuk diri sendiri keluarga dan semua makhluk". ucapnya.

Di penghujung acara Pandita Sutekman Fauzi berharap, semoga semua makhluk tercerahkan di dalam Dharma, berbahagia di dalam Dharma, terlindungi di dalam Dharma, mendapatkan kebahagiaan tertinggi Nibbana secepatnya di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....