Hari kedua Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2024

  • 08 Des 2024 05:00 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin : Hari kedua Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXI Tahun 2024, yang berlangsung di Barikin, Hulu Sungai Tengah, menghadirkan sebuah agenda baru yang selama ini masih belum pernah ada di Aruh Sastra sebelumnya, yakni mini riset. Kegiatan ini melibatkan kunjungan ke enam sanggar seni di Barikin oleh perwakilan dari tiga belas kabupaten dan kota. Sabtu (7/12/2024).

Tujuan dari mini riset ini adalah untuk mengumpulkan informasi dan inspirasi yang kemudian akan diolah dalam sebuah workshop keesokan harinya. Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan karya tulis yang merefleksikan kekayaan budaya dan seni yang ditemukan selama riset.

Usaha ini merupakan langkah maju dalam mempromosikan dan melestarikan seni dan budaya lokal, serta memberikan platform bagi para peneliti dan sastrawan untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan.

Kabupaten Kotabaru salah satu perwakilan kabupaten yang berkesempatan melakukan mini riset ke sanggar seni Sarai Sarapun. Sanggar ini tidak hanya menjadi wadah bagi para penari untuk mengasah bakat, tetapi juga sebagai simbol dari filosofi yang mendalam.

Filosofi Sarai Sarapun, yang terinspirasi dari ketangguhan dan keuniversalan tumbuhan sarai, mencerminkan visi sanggar untuk berkembang dan beradaptasi di berbagai kondisi, sambil terus menciptakan keindahan baru. Ini adalah refleksi dari bagaimana seni dapat bertahan dan berkembang, layaknya sarai yang terus bertunas meski telah dipetik.

Ilham dan Ansari dari sanggar Sarai Sarapun mengatakan, Komitmen terhadap seni, bukanlah perjalanan yang selalu mulus. Seni lebih dari sekadar ekspresi gerak atau kata; tetapi merupakan pembentukan karakter dan kebiasaan positif bagi generasi muda.

"Pentingnya seni, terutama tari, dalam pertumbuhan dan perkembangan budaya tidak bisa diabaikan," ucap Ilham.

Sementara itu Ansari juga menjelaskan, bahwa seni tari, dengan segala keindahan dan kedalaman maknanya, harus terus dipelihara dan dikembangkan agar warisan budaya ini tetap lestari dan relevan sepanjang zaman.










Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....