Liwar: Refleksi Budaya Banjar yang Kaya Makna
- 02 Des 2024 13:08 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin : Noorhalis Majid Ketua Pemerhati RRI sekaligus pengasuh Acara "BACANGKURAH" di RRI Pro4 Banjarmasin, dimana diprogram ini membahas paribasa dan ungkapan Banjar. Dalam pesan whatsappnya yang dikirimkan ke RRI Banjarmasin berisi satu ungkapan Banjar "Liwar" beserta penjelasanya, yang mana kata tersebut sekarang lagi viral,
Cerminan Keunikan Bahasa dan Budaya Banjar
Kata “liwar” dalam budaya Banjar memiliki kedalaman makna yang luar biasa. Digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang melampaui batas kewajaran, baik dalam konteks positif maupun negatif, kata ini menjadi refleksi dari kekayaan budaya dan bahasa Banjar yang unik. Tidak hanya sebagai deskripsi, kata ini juga menjadi cermin bagaimana masyarakat Banjar melihat dan menilai fenomena di sekitar mereka, baik yang dianggap indah maupun yang melampaui batas norma.
Neutralitas yang Multidimensi
Menariknya, “liwar” bersifat netral pada dasarnya. Kata ini dapat bermakna negatif saat digunakan untuk menggambarkan hal buruk yang ekstrem, seperti “liwar jahatnya” atau “liwar bungulnya.” Sebaliknya, dalam konteks apresiatif, kata ini menunjukkan sesuatu yang sangat baik, seperti “liwar bungasnya” atau “liwar baiknya.” Keberadaan makna ganda ini menunjukkan fleksibilitas kata tersebut dalam menyampaikan berbagai situasi emosional masyarakat Banjar.
Tingkat Berlebih: Kaliliwaran
Budaya Banjar juga mengenal istilah “kaliliwaran,” yang menggambarkan sesuatu yang sudah dianggap berlebihan, bahkan melampaui makna “liwar.” Istilah ini sering kali bernuansa negatif, meskipun tidak mengandung kata-kata yang secara eksplisit bermakna buruk. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan kata ini memberikan ruang refleksi bagi masyarakat untuk menilai perilaku dan tindakan yang mungkin telah melampaui batas kewajaran.
Potensi Filosofis dan Sosial Kata “Liwar”
Keunikan “liwar” membuka peluang untuk digunakan di berbagai konteks, termasuk dalam dunia politik. Sebagai tagline politik, kata ini bisa mengundang makna ganda, tergantung pada sudut pandang audiens. Dalam budaya Banjar, keberadaan kata ini menegaskan bahwa bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan nilai-nilai dan kepekaan sosial suatu masyarakat. Kata “liwar” menunjukkan bagaimana bahasa sederhana bisa mencerminkan pandangan hidup yang kompleks dan mendalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....