Adab Bertetangga dalam Ajaran Islam
- 23 Nov 2024 21:12 WIB
- Banjarmasin
KBRN Banjarmasin: Ajaran agama Islam tidak hanya berpusat pada ibadah kepada Allah SWT, melainkan juga berbuat baik kepada manusia. Salah satu caranya yaitu dengan menjalankan kewajiban dan hak bertetangga sesuai dengan nilai-nilai syariat.
Di zaman modern ini, tidak sedikit orang yang tidak mengenal tetangganya sendiri. Padahal, tetangga adalah orang yang perlu dihormati, dihargai, dan dipenuhi hak-haknya.
Hal itu karena masyarakat perkotaan sibuk dengan pekerjaan sendiri-sendiri, pergi pagi dan pulang malam sehingga jarang berjumpa dengan tetangga, kemudian pada saat hari libur mereka hanya berdiam di dalam rumah masing-masing atau pergi berjalan-jalan dengan anggota keluarga. Hal tersebut disampaikan Ustaz Jalaluddin Dalam acara kuliah subuh RRI Banjarmasin, Rabu (6/11/2024),
"Islam mengatur juga mengatur hubungan soal umatnya dalam bertetangga, bukan hanya hubungan kepada Allah saja," ujarnya.
Dalam kitab Mukasyafatul Qulub, Imam Al-Ghazali menyampaikan, terdapat tuntunan Rasulullah saw dalam bertetangga. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan "Tetangga itu ada tiga: tetangga yang memiliki satu hak. Tetangga yang memiliki dua hak. Tetangga yang memiliki tiga hak.
Tetangga yang memiliki tiga hak adalah tetangga Muslim sekaligus bersaudara, yaitu hak sesama Muslim, hak saudara, dan hak tetangga. Kemudian tetangga yang memiliki dua hak adalah tetangga Muslim, yaitu hak sesama Muslim dan hak tetangga. Sedangkan hak yang memiliki satu hak adalah tetangga yang musyrik" (HR At-Thabrani).
"Berdasarkan hadits di atas, kewajiban kita memenuhi hak tetangga, bukan saja kepada tetangga Muslim saja, tetapi juga kepada tetangga yang non-Muslim," ucapnya.
Dalam sejumlah hadits lainnya, Rasulullah saw menekankan pentingnya berbuat baik kepada tetangga, sekaligus ancaman bagi mereka yang mengabaikannya. "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangga" (HR Abu Dawud).
Ustaz Jalaluddin mengatakan, Rasulullah saw bahkan mengaitkan hak bertetangga dan kesempurnaan iman, tidak sempurna keimanan seorang hamba sampai tetangganya aman dari keburukan keburukannya.
"Rasulullah juga berpesan: Perbaikilah hubungan baik dengan orang yang bertetangga denganmu, niscaya engkau akan menjadi Muslim yang baik (HR Ibnu Majah), ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....