​Mengenal Lebih Dekat Cuaca Ekstrem dan Faktor Penyebabnya

  • 12 Nov 2024 04:21 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Cuaca ekstrim adalah kondisi cuaca yang terjadi di luar batas normal atau melebihi batas atas ataupun batas bawah. Hal ini bisa berdampak peningkatan curah hujan yang signifikan.

Muhammad Panji Rosyady,pengamat meteorologi dan geofisika Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam Kotabaru, menjelaskan cuaca ekstrem membawa berbagai dampak serius, baik bagi manusia maupun lingkungan.

"Beberapa cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah Kalimantan Selatan, yang pertama banjir bandang, kedua angin siklon atau angin puting beliung, biasanya disertai badai petir ataupun hujan guntur," ucap Panji, sapaan akrabnya, Senin (11/11/2024).

Panji juga mengatakan, cuaca ekstrem yang ketiga adalah kekeringan yang sering kita temui ketika musim kemarau. Kurangnya intensitas hujan dalam waktu yang sangat lama, mengakibatkan penurunan pasokan air untuk pertanian, perumahan dan lingkungan.

"Hal ini sangat berdampak terhadap lingkungan sekitar kita, yang menjadi sangat kering dan berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan atau kathutla di suatu wilayah," kata Panji.

Panji juga menjelaskan penyebab cuaca ekstrem adalah perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global yang diakibatkan oleh peningkatan gas rumah kaca. Hal inilah yang membuat pola cuaca menjadi semakin tidak menentu atau sangat dinamis sekali.

Penyebab yang kedua adalah pola angin global yaitu El Nino dan La Nina. Fenomena ini terjadi di wilayah Samudra Pasifik yang mengakibatkan potensi penurunan ataupun peningkatan curah hujan di daerah kita sendiri.

"El Nino itu merupakan penurunan curah hujan dan La nina ini adalah peningkatan curah hujan di atas normalnya," katanya.

Selain itu adalah adanya peningkatan suhu lautan, ini terjadi ke peningkatan suhu air laut, dan berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah itu sendiri. Dari ketiga faktor inilah yang menyebabkan cuaca ekstrem bisa terjadi.







Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....