Relawan BPK Meninggal Saat Padamkan Api di Golden 10 Houseware
- 03 Nov 2024 15:35 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin : Seorang relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), Muhidin (22) meninggal dunia, diduga saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran di Jalan Belitung Banjarmasin, Minggu (3/11/24). Korban diketahui adalah warga Jalan Kelayan A Gang Kenari RT 16, Banjarmasin Selatan. Ia merupakan anggota BPK Kenari.
Kabarnya, ia terkena runtuhan bangunan Golden 10 Houseware Banjarmasin. Sebelumnya, sempat dievakuasi oleh tim relawan lainnya dari titik lokasi pemadam api.
Korban juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban tak bisa diselamatkan karena diduga kebanyakan menghirup asap dan terkena runtuhan bangunan.
Setelah proses medis selesai jenazah korban sudah dibawa pulang menuju rumah duka di Kelayan A menggunakan unit Palmars. Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Aris Munandar SH, melalui Kanit Ipda Marzun Koso, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran tersebut.
“Anggota masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Dari pantauan dilapangan, kebakaran hebat ini sempat membuat petugas dan relawan kebakaran kesulitan memadamkan api. Karena bahan yang terbakar terdiri dari plastik dan pecah belah.
Bahkan kobaran api yang meluluh lantakkan Golden 10 Houseware itu sempat membuat warga sekitar khawatir api merambat ke permukiman warga. Besarnya kobaran api membuat petugas BPK di Banjarmasin kewalahan dan harus dibantu relawan damkar lain dari Kota Banjarbaru, Martapura, Kapuas, hingga Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kendala yang dihadapi para relawan BPK, seperti kehabisan bahan bakar minyak (BBM) untuk pompa mesin air. Hingga kesulitan menerobos ke dalam gudang lantaran asap tebal yang membuat sulit bernapas.
Hal ini semakin memperlambat proses pemadaman, dan bahkan kobaran api masih terjadi hingga siang hari ini. Berdasarkan data yang dihimpun di BPBD Kota Banjarmasin, objek yang terbakar merupakan gudang pecah belah, sehingga api sulit dikendalikan atau dipadamkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....