Mengenal Konsep Uang Dalam Ekonomi Islam
- 27 Okt 2024 19:08 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Konsep uang dalam Islam yaitu,yang pertama sebagai alat ukuran harga atau satuan harga. Ukuran harga dari suatu produk baik barang maupun jasa. Kedua, uang sebagai media transaksi yang sah di suatu negara, berlaku juga bagi seluruh rakyat yang ada di negara tersebut. Ketiga, uang sebagai media penyimpanan nilai.
Nilai-nilai yang ada di dalam mata uang tersebut mempunyai hal yang sama, untuk mengisyaratkan uang sebagai alat penyimpanan, misalnya emas, perak, hal ini disampaikan Ustazah Elida Mahriani, Akademisi UIN Antasari Banjarmasin dalam Acara Kuliah Subuh di Pro 1 RRI Banjarmasin, Minggu (27/10/2024).
" Uang sebagai alat penyimpanan seperti emas, perak yang merupakan bagian dari harta harta benda masyarakat. Sementara uang sebagai alat tukar. Sehingga nantinya dapat menjamin atau melindungi hak-hak orang lain," ujar Ustazah Elida.
Elida juga menjelaskan, perkembangan mata uang dalam Islam mencerminkan bagaimana nilai-nilai agama dan kebutuhan ekonomi dapat berjalan seiring. Dari sistem barter hingga pengenalan dinar dan dirham, perubahan ini tidak hanya menandai kemajuan teknologi tetapi juga integrasi nilai-nilai etis dalam keuangan.
Menurut ustadzah Elida, Dalam konteks ekonomi Islam, dinar dan dirham tidak hanya berperan sebagai mata uang tetapi juga sebagai standar nilai yang stabil. Kedua mata uang ini, yang terbuat dari emas dan perak, telah digunakan sejak zaman kuno dan diakui oleh para cendekiawan Muslim karena kemampuannya dalam memfasilitasi perdagangan yang adil.
Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan penggunaan mata uang ini, seperti kejujuran dan keadilan dalam transaksi ekonomi, masih relevan dan diterapkan hingga saat ini, menegaskan pentingnya mata uang yang stabil dan dapat dipercaya dalam ekonomi modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....