Imlek 2577, Pesan Dibalik Shio Kuda Api
- 12 Feb 2026 10:15 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Klenteng Soetji Nurani tampak berbeda menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Ornamen merah dan lampion menghiasi sudut-sudut bangunan, dupa mulai mengepul, dan suasana khidmat terasa semakin kental.
Di balik kemeriahan itu, tersimpan proses panjang pembersihan rupang dan area klenteng yang dilakukan demi menyambut tahun baru dengan hati dan energi yang bersih. Wakil Ketua Klenteng Soetji Nurani, Djohan Jawonoe, mengungkapkan bahwa persiapan Imlek bukan sekadar memperindah tampilan fisik bangunan, tetapi juga bagian dari ritual spiritual.
“Kami sudah melakukan pembersihan rupang dan seluruh area klenten," kata Djohan saat ditemui di Klenteng.
"Tujuannya agar umat nyaman beribadah dan secara spiritual membersihkan energi-energi negatif yang mungkin melekat sepanjang tahun," ujarnya.
Ia memperkirakan ratusan umat akan memadati klenteng pada malam Tahun Baru Imlek. Sebagian lainnya diprediksi hadir saat puncak perayaan pada 17 Februari 2026 mendatang.
“Biasanya malam pergantian tahun itu yang paling ramai. Tapi puncaknya tetap di tanggal 17 Februari 2026," ucapnya.
"Kami perkirakan ratusan umat akan datang untuk bersembahyang dan memanjatkan doa," ujarnya.
Tahun ini, Imlek memasuki Tahun Shio Kuda Api yang memiliki karakter yang kuat dan dinamis. Karakter inilah yang, menurutnya, harus disikapi dengan bijak oleh umat, khususnya para pedagang yang identik dengan etnis Tionghoa.
“Kuda itu identik dengan gerak cepat. Sementara unsur api punya dua sisi. Kalau tidak bisa dikendalikan, bisa menjadi masalah. Tapi kalau mampu diatur, api justru memberi manfaat besar,” ucapnya.
"Kami menasihati umat untuk bergerak cepat memanfaatkan peluang, terutama para pedagang. Di era digital yang serba cepat ini, jangan sampai tertinggal," katanya.
Semangat menyambut Imlek juga dirasakan oleh Jenny Moy, salah satu umat yang datang bersembahyang bersama keluarganya. Ia mengaku tradisi menjelang Imlek selalu menjadi momen sakral yang tak pernah dilewatkan.
“Setiap tahun kami sekeluarga datang sembahyang sebelum malam Imlek," ujarnya, saat ditemui usai sembahyang.
"Rasanya lebih tenang dan siap menyambut tahun baru," katanya.
Pada malam pergantian tahun, ia juga menjalankan tradisi makan bersama dan berkumpul dengan keluarga besar. Di Tahun Shio Kuda Api ini, Jenny berharap dirinya dan keluarga dijauhkan dari segala marabahaya.
“Malam Imlek itu wajib makan bersama. Itu simbol kebersamaan dan harapan baru,” ucapnya.
“Semoga kami sekeluarga dihindarkan dari malapetaka, diberikan rezeki yang berlimpah, dan kesehatan sepanjang tahun," ujarnya.
Dengan persiapan matang dan semangat baru, Klenteng Soetji Nurani tak hanya bersolek secara fisik, tetapi juga menjadi ruang pemurnian batin bagi umat. Di tengah cepatnya laju zaman, Tahun Kuda Api menjadi pengingat: bergeraklah cepat, namun tetap kendalikan api dalam diri agar membawa terang, bukan bara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....