Istiqamah Pasca Ramadan, Puasa Sunnah Jadi Jalan Menjaga Konsistensi Ibadah

  • 27 Mar 2026 22:00 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ramadan sejatinya menjadi momentum awal dalam membangun kebiasaan ibadah yang berkelanjutan. Meski bulan mulia tersebut telah berlalu, nilai-nilai Ramadan tidak seharusnya ikut memudar. Umat Islam perlu menjaga konsistensi dalam beribadah sebagai wujud istiqamah. Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Hamidi Ilhami, M.Ag., dalam program Lentera Kehidupan di RRI Pro 1 Banjarmasin, Jumat, 27 Maret 2026.

Menurutnya, bentuk nyata istiqamah setelah Ramadan dapat diwujudkan dengan melanjutkan ibadah puasa melalui berbagai puasa sunnah. Amalan ini menjadi sarana menjaga kualitas spiritual sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Istiqamah setelah Ramadan itu artinya kita tetap bertahan dalam ibadah, salah satunya dengan melanjutkan puasa sunnah sebagaimana tuntunan Rasulullah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, puasa Senin dan Kamis menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena pada hari tersebut amalan manusia diangkat. Selain itu, puasa tiga hari setiap bulan atau ayyamul biid pada tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah juga menjadi pilihan yang ringan namun penuh keutamaan.

“Rasulullah memberikan contoh yang jelas, mulai dari puasa Senin Kamis, ayyamul biid, hingga puasa Daud yang menunjukkan konsistensi luar biasa dalam beribadah,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa terdapat puasa sunnah pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Syaban, awal Dzulhijjah, serta puasa Arafah dan Asyura yang memiliki keutamaan besar. Amalan tersebut tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi penguat iman setelah Ramadan berlalu.

“Puasa Arafah dan Asyura memiliki keutamaan dalam menghapus dosa, ini menunjukkan betapa luasnya kesempatan bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya puasa enam hari di bulan Syawal sebagai penyempurna Ramadan. Amalan ini bahkan disebut setara dengan puasa selama satu tahun penuh bagi yang mengamalkannya.

“Jika setelah Ramadan kita lanjutkan dengan puasa enam hari di Syawal, itu menjadi tanda bahwa ibadah kita tidak berhenti, tetapi berlanjut secara istiqamah,” ujarnya.

Dalam Kesempatan terakhir beliau berharap masyarakat mampu menjaga semangat Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan istiqamah menjalankan puasa sunnah, nilai-nilai spiritual yang telah dibangun dapat terus terpelihara sepanjang waktu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....