Jelang Lebaran, Lontong “Diserbu” Warga. Harga Tembus Dua Kali Lipat!

  • 20 Mar 2026 16:05 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, suasana di kawasan Jalan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, mendadak sibuk. Pedagang lontong diserbu pembeli, bahkan harus memproduksi dalam jumlah tak biasa demi memenuhi lonjakan permintaan.

Salah seorang pedagang, Anwar, mengaku peningkatan pembelian terjadi drastis dalam dua hari terakhir sebelum Lebaran. Ia bahkan menyiapkan hingga 20 karung beras untuk diolah menjadi lontong.

“Mendekati lebaran ini banyak pesanan. Lebih banyak dari hari biasanya, kami masak lontong sampai 20 karung beras,” kata Anwar.

Lonjakan permintaan ini, menurutnya, sudah menjadi pola tahunan. Masyarakat cenderung membeli lontong mendekati hari H untuk memastikan kualitasnya tetap segar dan tidak cepat basi.

“Biasanya memang dua hari atau sehari sebelum Lebaran baru ramai. Orang sengaja beli dekat hari raya supaya tidak basi,” ujarnya.

Namun, tingginya permintaan tidak datang tanpa konsekuensi. Harga lontong ikut melonjak tajam, dari sebelumnya dijual Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per buah, kini menembus Rp7 ribu.

Anwar menyebut kenaikan harga bahan baku menjadi penyebab utama. Mulai dari beras, daun pisang, hingga biaya tenaga kerja yang ikut meningkat.

“Kenaikan terjadi karena beras dan daun pisang naik, belum lagi gaji anak buah. Makanya harga juga kami naikkan,” ucapnya.

Meski harga melonjak hingga dua kali lipat, minat masyarakat tak surut. Lontong tetap menjadi buruan utama sebagai pelengkap hidangan khas Lebaran.

“Orang tetap beli meski harga naik. Mereka juga paham, kalau sudah mendekati Lebaran semuanya serba mahal,” ujar Anwar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....