Sahur Bareng Paman Kelotok dan Acil Pasar Wadai, Yamin Tegaskan Penanganan Sampah
- 18 Mar 2026 10:20 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Suasana sahur di Siring Menara Pandang, Rabu, 18 Maret 2026, terasa berbeda. Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR, menyapa warga dengan sahur bersama di atas kelotok, menyatu dengan paman kelotok dan acil pasar Wadai, sembari membahas isu krusial yang tak pernah selesai mengenai sampah.
Momentum sahur bersama di atas kelotok itu dimanfaatkan Yamin untuk membangun kedekatan sekaligus menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Di tengah suasana sederhana tersebut, Yamin menyoroti persoalan besar yang masih dihadapi Banjarmasin, yaitu pengelolaan sampah yang harus dimulai dari kesadaran individu.
“Sampah itu ada nilainya, jangan lagi dianggap sesuatu yang harus dibuang begitu saja. Kita harus pilah dari rumah, kurangi plastik, dan mulai mengolahnya. Ini tanggung jawab kita bersama,” kata Yamin.
Berdasarkan data terbaru, meski volume sampah organik di Banjarmasin mulai menunjukkan penurunan, namun dianggap belum merata. Di satu sisi, komunitas penggiat lingkungan mulai bergerak aktif dan menjadi kekuatan perubahan, tapi di sisi lain masih ada masyarakat yang belum konsisten dalam memilah dan mengelola sampah.
“Di sinilah tantangannya, kita punya peluang besar karena sampah bisa bernilai ekonomi. Tapi kalau kita lengah, dampaknya ke lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.
Lebih jauh, Wali Kota juga menyinggung masa depan pengelolaan sampah yang lebih modern, termasuk rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy). Ia bahkan membuka gagasan penggunaan kelotok berbasis listrik di masa depan.
“Hari ini mungkin masih angan-angan, tapi ke depan kita harus berani beralih. Dunia sudah menuju ke sana, dan kita tidak boleh tertinggal,” katanya.
Dalam konteks pariwisata, ia memberikan apresiasi kepada paman kelotok dan acil pasar wadai yang dinilai menjadi penggerak ekonomi sekaligus wajah Banjarmasin. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan dan kejujuran harga agar kepercayaan wisatawan terus meningkat.
“Jaga nama baik kota Banjarmasin. Kalau pelayanan baik dan harga jelas, orang akan datang lagi,” ujarnya, berpesan.
Kegiatan sahur bersama di atas kelotok tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin Ibnu Sabil, beserta jajaran, para paman kelotok, acil Pasar Wadai. Di akhir, Yamin menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mengawal kebijakan.
“Jangan segan memberi masukan. Kita ingin Banjarmasin maju karena keterlibatan semua pihak, terutama dalam menyelesaikan persoalan sampah,” ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....