Memahami Metode Penentuan Awal Bulan Hijriah
- 17 Mar 2026 20:15 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Penentuan awal bulan dilakukan melalui dua metode, yaitu rukyat dan hisab.
- Pemerintah Indonesia memakai metode imkanur rukyat sebagai penghubung hisab dan rukyat.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hilal merupakan bulan sabit pertama yang menjadi penanda awal bulan Hijriah, termasuk pada bulan Syawal sebagai tanda tibanya Idulfitri. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Fahrin, S.H.I., Gr., dari Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kalsel, dalam program Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu, 15 Maret 2026.
Ia menguraikan bahwa terdapat dua metode penentuan awal bulan Hijriah yang diterapkan di Indonesia, yaitu rukyat dan hisab. Rukyat merupakan metode pengamatan langsung terhadap hilal saat matahari terbenam pada akhir bulan.
| Baca juga: Pasar Ramadan Pandu Dongkrak UMKM |
Sementara itu, hisab adalah metode perhitungan posisi matahari dan bulan menggunakan ilmu falak untuk menentukan penanggalan secara akurat. Melalui metode ini, para ahli dapat memprediksi waktu konjungsi (ijtimak), tinggi hilal, hingga posisi bulan saat matahari terbenam.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia menggunakan metode imkanur rukyat (kemungkinan terlihatnya hilal) dalam menentukan awal bulan Hijriah. Metode ini menjadi kriteria teknis untuk mengukur kemungkinan hilal dapat terlihat berdasarkan perhitungan ilmu falak.
“Di Indonesia, imkanur rukyat digunakan sebagai jembatan antara hisab dan rukyat,” ujarnya. “Artinya, hisab menentukan kemungkinan dan rukyat membuktikan.”
Ustaz Fahrin mengingatkan bahwa perbedaan penentuan awal bulan Hijriah merupakan hasil ijtihad, bukan persoalan akidah. Umat Islam diimbau untuk saling menghormati dan tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai pemicu perpecahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....