Taubatan Nasuha dalam Ramadan yang Suci

  • 17 Mar 2026 06:48 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin- KH.Abdussatar dalam Kuliah Subuh di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat, taufik, dan hidayah dari Allah SWT. Menurutnya, tidak semua orang digerakkan untuk datang ke masjid dan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.

“Allah menggerakkan sebagian hamba-Nya menuju kebaikan dan memberi taufik serta hidayah, " ucapnya. "Ada pula yang dibiarkan sehingga gerak dan diamnya tidak memberi manfaat bagi dunia dan akhirat.”

Kuliah subuh isiarkan melalui RRI Pro 1 Banjarmasin. Selasa, 17 Maret 2026. Topik yang diangkat "Taubatan Nasuha Memastikan Ramadan dalam Keadaan Suci "

Ustaz Abdussatar menegaskan bahwa manusia tidak boleh sombong dengan amal kebaikan yang dimiliki. Sebaliknya, umat Islam diminta selalu berdoa agar keimanan tetap terjaga dan tidak hilang.

Ia mencontohkan kisah seorang pemuda mabuk yang bertanya kepada ulama besar Syekh Abdul Qadir al-Jailani tentang kuasa Allah dalam mengubah keadaan manusia. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa Allah mampu mengubah seseorang dari maksiat menjadi taat, atau sebaliknya.

Dikatakan, sikap rendah hati harus dijaga dengan tidak merasa lebih baik dari orang lain yang sedang berbuat maksiat. Umat Islam dianjurkan mendoakan sesama agar diberikan kekuatan iman dan Islam oleh Allah SWT.

Dijelaskan pula bahwa taubatan nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan disertai tekad tidak mengulangi dosa. Melalui momentum Ramadan, umat Islam diajak memperbanyak doa memohon ampunan, rahmat, dan ridha Allah agar memperoleh keselamatan dunia serta akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....