Komunitas Sajadah Ajak Anak Muda Raih Lailatulqadar
- 11 Mar 2026 09:24 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Muslim mulai meningkatkan ibadah untuk mengejar malam Lailatulqadar. Malam tersebut diyakini memiliki keutamaan besar karena nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Hal tersebut disampaikan Humairo, S.Sos dari Komunitas Sajadah saat menjadi narasumber dalam acara Takjil “Topik Asik Jelang Iftar” di RRI Pro2 Banjarmasin, Selasa, 10 Maret 2026. Dengan tema “Mengejar Lailatulqadar dengan Versi Kita”, ia mengajak pendengar memaknai kembali upaya meraih malam istimewa tersebut.
Humairo menjelaskan bahwa banyak orang merasa kesulitan mengejar Lailatulqadar di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit yang menganggap ibadah hanya bisa dilakukan secara maksimal jika memiliki waktu panjang untuk berdiam di masjid.
“Sering kali orang merasa Lailatulqadar hanya bisa diraih oleh mereka yang punya waktu panjang untuk beribadah di masjid,” ujarnya. “Padahal rahmat Allah Swt tidak dibatasi ruang dan waktu.”
Ia menambahkan, esensi Lailatulqadar tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan. Ketulusan hati dan kedekatan batin kepada Sang Pencipta justru menjadi hal yang lebih utama.
Untuk itu, Humairo memperkenalkan konsep sederhana bernama “GAS QADAR” sebagai pendekatan bagi generasi muda dalam memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan. Konsep ini mendorong anak muda memperbanyak ibadah, mengatur waktu dengan lebih bijak, serta mengurangi kebiasaan menggulir media sosial pada malam hari.
“Pendekatan ini kami buat agar lebih dekat dengan gen Z, supaya mereka merasa ibadah tidak harus rumit, yang penting konsisten dan dilakukan dengan hati,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa amalan sederhana tetap memiliki nilai besar. Salat malam, membaca Al-Qur’an, serta berdoa dengan sungguh-sungguh menjadi amalan yang dapat dilakukan siapa saja untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....