Istilah "Babuncalak" Malam Salikur Raih Lailatulqadar
- 11 Mar 2026 08:41 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Program Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 11 Maret 2026, menghadirkan Ustaz Muhammad Taslimurrahman, Lc., dengan materi bertajuk “Babuncalak Pas Malam Salikur”. Dalam tausiahnya ia Taslim mengajak umat Islam untuk lebih giat beribadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Ustaz Taslim menjelaskan, istilah babuncalak dalam bahasa Banjar berarti membuka mata atau bangun dari tidur, sedangkan malam salikur merujuk pada malam ke-21 dan sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam-malam tersebut merupakan momen penting untuk meningkatkan ibadah, salah satunya karena terdapat Lailatulqadar, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
“Sepuluh malam terakhir ini kesempatan yang sangat berharga,” ujarnya. “Rasulullah bahkan memberikan isyarat dengan kalimat ‘kencangkanlah sarung kalian’, artinya kita diajak lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah.”
Selain qiyamul lail, Ustaz Taslim mendorong umat Islam memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki kualitas ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Menurutnya, kesempatan tersebut tidak datang dua kali sehingga harus dimanfaatkan sebelum bulan suci berakhir.
“Kalau di masjid memang ada kelebihan karena bisa sekaligus i’tikaf. Tapi kalau tidak mampu, kita tetap bisa melaksanakan qiyamul lail di rumah,” ucapnya. “Yang penting ibadah itu ada fisiknya, bacaannya, dan hatinya.”
Ia berharap masyarakat memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang lebih khusyuk. Pesan babuncalak pas malam salikur menjadi pengingat agar umat Islam tidak melewatkan kesempatan meraih keberkahan Lailatulqadar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....