Ramadan Momentum Introspeksi dan Perbaikan Diri
- 08 Mar 2026 16:41 WIB
- Banjarmasin
RRI.CI.ID, BANJARMASIN - Setiap tindakan manusia di dunia, baik kecil maupun besar, dipastikan memiliki konsekuensi hukum yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Hal di sampaikan dalam siaran Mudzakarah Ramadhan RRI Pro 1 Banjarmasin bersama Ustaz Drs. Rahmana Abdurrahman, M.Fil.I., Minggu 8 Maret 2026.
Membahas nasihat Malaikat Jibril, Ustaz Rahmana menggarisbawahi kalimat "Berbuatlah sesukamu, tetapi engkau pasti akan mendapat balasannya". Kalimat ini disebutnya sebagai fondasi keadilan Tuhan yang mutlak dan tidak dapat ditawar oleh siapa pun.
"Ini bukan lampu hijau untuk berbuat maksiat, melainkan peringatan keras bahwa setiap niat dan kata akan dihisab," tegas Ustaz Rahmana.
Menurutnya, Ramadan adalah masa 'diskon' ampunan sekaligus waktu terbaik untuk mengaudit diri sebelum audit yang sebenarnya terjadi di akhirat.

Ia menjelaskan bahwa kesadaran akan pertanggungjawaban seharusnya membuat seorang mukmin lebih berhati-hati dalam bertindak. Tidak ada amal yang sia-sia dan tidak ada dosa yang terlupakan dalam catatan Allah, sehingga setiap individu harus waspada terhadap setiap langkahnya.
Ustaz Rahmana juga memaparkan tiga fondasi kesadaran spiritual yang lahir dari nasihat Jibril, yakni kesadaran akan kefanaan, keterbatasan dunia, dan tanggung jawab akhirat. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang dapat mengubah orientasi hidup seseorang menjadi lebih berkualitas dan terukur.
"Jika kita ditanya, andai amal kita ditimbang sekarang, apakah sudah cukup? Pertanyaan ini harus dijawab dengan perbaikan nyata di sisa Ramadhan ini,". Untuk meningkatkan kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitas, demi mengejar rida Allah.
Ustaz Rahmana juga mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan sisa waktu ramadhan ini, sebagai momen introspeksi diri. Menjadi hamba yang lebih sungguh-sungguh dalam beramal dan selalu mengingat akhir hayat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....