Puasa Latih Empati dan Kesehatan
- 04 Mar 2026 04:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Puasa menjadi sarana membersihkan hati dan menumbuhkan empati sosial. Hal ini disampaikan dalam Mudzakarah Ramadan RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu dini hari, 4 Maret 2026, oleh Guru Besar UIN Antasari, Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, M.Ag.
Menurutnya, rasa lapar yang dialami saat berpuasa bukan sekadar ujian fisik. Di balik itu, ada proses pembelajaran agar manusia mampu merasakan penderitaan orang yang kurang beruntung.
“Puasa mengajarkan kita merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang tidak berpunya,” ujar Prof. Akhmad Sagir. “Dari rasa itu tumbuh kelembutan hati dan kepedulian sosial.”
Ia menambahkan, selain membentuk empati, puasa juga memberi dampak positif bagi kesehatan. Secara medis, puasa memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan.
| Baca juga: Puasa, Bermanfaat Untungkan Diri Sendiri |
“Walaupun niat kita ibadah kepada Allah, manfaat kesehatannya tetap kita rasakan,” ucap Prof. Akhmad Sagir. “Tubuh mendapat jeda untuk memperbaiki diri.”
Dalam analoginya, puasa diibaratkan seperti tugas dari guru kepada murid untuk melatih kemampuan. Allah sebagai Pencipta tidak mengambil keuntungan apa pun dari ibadah tersebut.
“Ibarat guru yang memberi tugas demi kebaikan muridnya, Allah tidak mengambil manfaat dari puasa kita,” katanya. “Semua kembali menjadi keuntungan pribadi bagi hamba yang menjalankannya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....